Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siapa Pembuat Mekanisme Itu?

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 07:10 WIB | Oleh:
Siapa Pembuat Mekanisme Itu? Doc: AFP / LOUISA GOULIAMAKI
Ket. Sebuah foto yang diambil di Museum Arkeologi di Athena pada 14 September 2014 menunjukkan bagian dari apa yang disebut Mekanisme Antikythera, sebuah perangkat abad ke-2 SM yang dikenal sebagai komputer tertua di dunia, yang ditemukan oleh penyelam spons pada tahun 1900 di lepas pantai sebuah pulau terpencil Yunani di Laut Aegea.

HINGGA kini tidak ada jawaban pasti mengenai siapa pencipta alat tersebut. Dua nama paling sering disebut adalah Archimedes dan Hipparchus. Archimedes dari Syracuse dikenal sebagai matematikawan dan insinyur jenius yang menciptakan berbagai mesin mekanik. Ia hidup pada abad ke-3 SM dan memiliki kemampuan teknik luar biasa.

Sementara Hipparchus dari Nicaea dikenal sebagai astronom terbesar pada zamannya. Ia mengembangkan sistem trigonometri dan katalog bintang yang sangat akurat. Sebagian peneliti percaya Antikythera Mechanism kemungkinan dibuat oleh Hipparchus atau murid-muridnya, karena perangkat itu membutuhkan pemahaman matematika astronomi yang sangat maju.

Namun ada pula yang berpendapat bahwa teknologi mekaniknya lebih dekat dengan kemampuan Archimedes. Siapa pun penciptanya, alat itu jelas bukan karya biasa.

Untuk membuat sistem roda gigi yang mampu menghitung pergerakan planet secara akurat, pembuatnya harus memahami astronomi, matematika, mekanika, dan rekayasa logam pada tingkat yang luar biasa tinggi.

Tony Freeth menyebut bahwa pencipta mekanisme tersebut harus mampu menyeimbangkan tiga hal sekaligus: akurasi astronomi, efisiensi mekanik, dan keterbatasan ukuran alat. Itu berarti mereka bukan hanya ilmuwan, tetapi juga insinyur jenius.

Misteri yang Pecah Sedikit demi Sedikit

Selama sebagian besar abad ke-20, Antikythera Mechanism tetap menjadi teka-teki. Masalah terbesar adalah kondisinya yang rusak parah. Setelah diangkat dari laut, perangkat itu terpecah menjadi tiga bagian besar dan kemudian terus hancur menjadi lebih dari 80 fragmen ­kecil.

Teknologi pada masa itu belum cukup canggih untuk melihat struktur internalnya. Baru pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, kemajuan teknologi pencitraan seperti sinar-X resolusi tinggi dan CT scan memungkinkan para ilmuwan “membedah” isi mekanisme tanpa menghancurkannya.

Pada 2005, para peneliti menemukan sesuatu yang luar biasa. Di bagian belakang alat terdapat tulisan-tulisan kecil dalam bahasa Yunani kuno yang ternyata merupakan petunjuk penggunaan. Tulisan itu menjelaskan fungsi berbagai dial astronomi di dalam perangkat.

Penemuan tersebut membantu para peneliti memahami bahwa alat itu bukan sekadar jam mekanik, melainkan komputer astronomi analog yang dirancang untuk menghitung siklus langit secara kompleks.

Michael Wright, mantan kurator teknik mekanik di Science Museum London, menjadi salah satu tokoh penting dalam upaya memecahkan misteri itu. Ia membangun model mekanis berdasarkan hasil pemindaian sinar-X dan menunjukkan bahwa sistem roda gigi alat tersebut dapat merepresentasikan gerak planet menggunakan model epicyclic—konsep astronomi Yunani tentang planet yang tampak bergerak mundur di langit.

Pada 2021, tim University College London berhasil membuat rekonstruksi modern Antikythera Mechanism yang kembali berfungsi. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua ribu tahun, “komputer” tertua di dunia kembali hidup.

Teknologi yang Mengubah Cara Pandang Sejarah

Penemuan Antikythera Mechanism mengubah cara ilmuwan memandang dunia kuno. Selama berabad-abad, sejarah teknologi sering digambarkan sebagai garis lurus: manusia kuno dianggap primitif, lalu perlahan berkembang menuju dunia modern.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.