Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Terkapar di Rp17.800, Pasar Soroti Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Di tengah libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5) dan Kamis (28/5), rupiah di pasar offshore tercatat melemah hingga melampaui level Rp17.800 per dolar AS. Berdasarkan perdagangan spot di pasar valas global, kurs rupiah berada di level Rp17.873,5 per dolar AS pada Kamis (28/5) pukul 12.21 WIB.

Skenario Ekonomi

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan rupiah tersebut tidak membuat pemerintah perlu menghitung ulang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Purbaya, pemerintah sebelumnya telah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario ekonomi, termasuk kemungkinan harga minyak dunia mencapai 100 dollar AS per barel.

“Kita sudah hitung. Pada waktu simulasi minyak global 100 dollar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi enggak ada masalah, saya enggak harus hitung ulang APBN-nya,” ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu.

Ia juga menilai pasar obligasi masih terkendali meski rupiah tertekan. Pemerintah, kata dia, melakukan langkah stabilisasi melalui pembelian kembali (buyback) obligasi untuk menjaga imbal hasil tetap stabil.

“Walaupun rupiah melemah, yield-nya turun. Karena aksi pemerintah dan teman-teman di bendahara untuk sedikit membeli supaya yield tetap terkendali,” katanya.

Purbaya menambahkan stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting dalam menjaga minat investor asing terhadap aset domestik.

“Selama bond market terkendali, kemampuan investor asing untuk melakukan investasi di obligasi kita akan tetap terjaga juga. Kita sudah mulai melihat ada modal asing yang masuk,” ujarnya.

“Ini terjadi karena fundamentalnya bagus, sebetulnya enggak masuk akal. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental ekonomi,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.