Los Angeles Berpacu dengan Waktu Benahi Transportasi Piala Dunia 2026
📅 Kamis, 28 Mei 2026, 07:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLOS ANGELES — Kekacauan di Los Angeles International Airport (Bandara Los Angeles) mulai menjadi sorotan menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 pada tanggal 11 Juni mendatang.
Bandara utama di kota terbesar kedua Amerika Serikat itu diperkirakan akan dipadati puluhan ribu suporter dari berbagai negara. Namun, kondisi transportasi dan sistem penunjuk arah di LAX dinilai masih jauh dari ideal.
TJ James, wisatawan asal Perth, Australia, merasakan langsung rumitnya situasi di bandara tersebut setelah menempuh penerbangan selama 18 jam bersama istri, dua anak, dan empat koper mereka.
Begitu keluar dari terminal, James langsung dihadapkan pada lautan kendaraan dan sopir frustrasi di tengah suara klakson yang bersahut-sahutan. Keluarganya kesulitan menemukan shuttle bus yang akan membawa mereka menuju lokasi rental mobil.
“Nyaris tidak ada petunjuk yang jelas soal ke mana saya harus pergi,” ujar James. “Saya sudah melakukan riset sebelumnya, tapi tetap saja kebingungan.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Pria berusia 47 tahun itu mengaku sudah beberapa kali melewati LAX dan tetap merasa kesulitan memahami sistem transportasi di sana.
“Saya masih tersesat, padahal saya orang Amerika. Ini benar-benar menjengkelkan,” katanya kepada AFP.
Keruwetan LAX memang sudah lama dikenal luas. Sekitar 95 ribu kendaraan melintas di area bandara setiap hari. Hampir semuanya menumpuk di jalur berbentuk tapal kuda yang menghubungkan seluruh terminal, tempat para penumpang ingin diturunkan atau dijemput sedekat mungkin dengan pintu masuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mengurangi kemacetan, layanan taksi dan transportasi daring dilarang menjemput penumpang langsung di jalur utama tersebut.
Akibatnya, penumpang yang tidak dijemput keluarga atau teman harus menggunakan shuttle bus dengan warna berbeda-beda sesuai tujuan masing-masing.
Bus berwarna hijau menuju area taksi, ungu ke pusat rental mobil, merah ke hotel tertentu, dan merah muda ke terminal lain, sistem yang kerap membingungkan pendatang baru.
“LAX adalah bandara yang sangat dicintai sekaligus dibenci warga Los Angeles,” ujar Joshua Schank dari University of California, Los Angeles (UCLA).
Piala Dunia 2026 sejatinya diharapkan menjadi kesempatan bagi Los Angeles untuk memperbaiki citra kota, dua tahun sebelum menjadi tuan rumah Olimpiade 2028.
Salah satu proyek utama yang diharapkan membantu mengurai kemacetan adalah kereta otomatis “people mover” yang menghubungkan bandara dengan jaringan metro kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!