Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Kawasan Bontang Jadi Pusat Hilirisasi Mitra IKN

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 03:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dua Kawasan Bontang Jadi Pusat Hilirisasi Mitra IKN Doc: Antara
Ket. Kawasan Kaltim Industrial Estate di Kota Bontang yang masih luas untuk pengembangan bisnis.

BONTANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur, menjadikan dua kawasan strategis yakni Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari (KPIBL) sebagai pusat pengembangan industri, hilirisasi, logistik, dan investasi sebagai mitra IKN.

“Kedua kawasan ini mendapat angin segar dari momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang memicu lonjakan investasi ke Kalimantan Timur,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang Muhammad Aspian Nur di Bontang, kemarin.

Dalam konstelasi ekonomi, Bontang memegang peran vital sebagai daerah penyangga industri dan logistik utama.

Ditambah adanya kebijakan nasional yang tetap gencar mendorong hilirisasi komoditas berbasis sumber daya alam.

Ia optimis bahwa dengan kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, jaminan pasokan energi, hingga akses pasar domestik dan ekspor, maka akan membuat Bontang menjadi peta investasi Indonesia bagian timur dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk KIE, katanya, merupakan kawasan industri yang saat ini tengah mengalami pertumbuhan pesat.

Berada di atas lahan seluas 214,09 hektare, KIE telah disokong oleh infrastruktur dasar yang terintegrasi secara paripurna.

Sedangkan, aktivitas bisnis dalam kawasan ini masih terus bergerak dinamis yang mencakup pengembangan industrial estate, produksi ready mix concrete, bisnis properti, perdagangan, trading, hingga proyek engineering, procurement and construction (EPC).

Keberagaman bisnis yang saling terkoneksi ini membuat KIE sangat fleksibel untuk menampung berbagai jenis industri baru, didukung kesiapan lahan.

Selain memiliki akses instan ke kawasan pelabuhan, posisinya juga berdekatan dengan industri petrokimia, energi, dan manufaktur yang terus bergerak, bahkan berkembang.

“Hal ini tentu memberikan nilai tambah luar biasa bagi investor yang ingin membangun industri hilirisasi atau industri pendukung,” katanya.

Konektivitas mobilitas di KIE pun tergolong prima karena terhubung langsung dengan Pelabuhan Lok Tuan, Pelabuhan LNG Badak, serta jalur darat utama menuju Kota Samarinda, Balikpapan, IKN, bahkan Kalimantan Selatan.

Sementara, di KPIBL hadir sebagai jawaban atas kebutuhan investasi masa depan dalam skala yang jauh lebih masif, karena memiliki hamparan lahan mencapai 1.102 hektare dan diproyeksikan menjadi ruang pengembangan industri raksasa terpadu.

Ketersediaan lahan luas ini membuka peluang emas bagi pembangunan industri pengolahan dan hilirisasi sumber daya alam, pusat logistik dan kompleks pergudangan, hingga pembangkit energi dan industri hijau. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI Susun Aturan Ge...
Nasional
Kemnaker Perluas Sasaran Ma...
Nasional
BMKG: Bibit Siklon 92W Picu...
Ekonomi
Menanti Sinyal Baru The Fed...
Olahraga
Adhyaksa FC Datangkan Pemai...
Daerah
Pemkab Jepara Ancam Pelaku ...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.