Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Diversifikasi Pangan, Warga Lebak Diajak Coba Pangan Lokal Pengganti Beras

📅 Kamis, 28 Mei 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dorong Diversifikasi Pangan, Warga Lebak Diajak Coba Pangan Lokal Pengganti Beras Doc: ANTARA/ Mansur
Ket. Produksi singkong di Kabupaten Lebak, Banten bisa dijadikan makanan olahan pangan yang memiliki kandungan gizi dan karbohidrat sebagai pengganti beras.

LEBAK – Diversifikasi pangan pokok sekarang makin sering didorong supaya masyarakat tidak terus bergantung pada beras sebagai sumber utama makanan sehari-hari.

Indonesia sebenarnya punya banyak pilihan pangan lokal seperti singkong, jagung, sagu, ubi, hingga sorgum yang juga bernilai gizi tinggi dan bisa diolah jadi makanan modern.

Selain membantu menjaga ketahanan pangan, diversifikasi juga membuka peluang usaha baru bagi petani dan pelaku UMKM pangan lokal.

Karena itu, banyak daerah mulai aktif mengenalkan menu berbahan pangan lokal agar masyarakat makin terbiasa menikmati pilihan makanan yang lebih beragam.

Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengajak masyarakat membudayakan mengkonsumsi pengganti beras yang bahan bakunya dari pertanian hortikultura dan palawija dengan memiliki kandungan gizi yang tinggi.

"Kita minta warga tidak hanya ketergantungan konsumsi beras saja, tetapi bisa dengan pertanian pangan hortikultura dan palawija," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak Widy Ferdian di Lebak, Kamis (28/5).

Selama ini, masyarakat Kabupaten Lebak masih menggantungkan konsumsi beras sekitar 94 persen dari jumlah penduduk 1,4 juta jiwa.

Produksi pertanian hortikultura dan palawija di daerah ini sebagai lumbung pangan terbesar di Banten, di antaranya tanaman singkong, jagung, pisang, ganyong , talas, kacang tanah dan ubi jalar.

Sebaiknya Anda baca juga:

Karena itu, jika harga beras naik Rp1.000/ kilogram (kg) dipastikan daya beli masyarakat langsung goyang, padahal komoditas hasil produksi hortikultura dan palawija cukup besar.

Bahkan, produksi tanaman pangan dan hortikultura dan palawija bisa menghasilkan produksi hingga ratusan ribu ton per tahun.

Dengan demikian, pemerintah daerah kesulitan untuk membudayakan makanan pengganti beras.

Saat ini, petani bila panen pertanian hortikultura dan palawija dijual ke luar daerah, sehingga tidak bisa dijadikan olahan keragaman pangan lokal, padahal jika dikelola diproduksi bolu, lapis, getuk, roti, keripik yang memiliki varian rasa enak, lezat juga banyak kandungan gizi.

Saat ini, kata dia, Dinas Ketahanan Pangan Lebak melakukan kegiatan sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dengan sasaran pada 2026 antara lain PKK Desa 30 orang tersebar di 7 desa, kader posyandu 30 orang di 7 desa, PKK kecamatan 30 orang di 7 desa, ibu balita 30 orang di 7 desa, anak sekolah tingkat SD, SMP dan SMA masing - masing 100 siswa di 3 sekolah.

Tujuan sosialisasi B2SA, kata dia, untuk membudayakan pola makan sehat dan seimbang guna mewujudkan generasi yang aktif, sehat dan produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

6 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.