Seabad Jam Gadang, Bukittinggi Angkat Budaya Minang ke Pentas Internasional
📅 Rabu, 27 Mei 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBUKITTINGGI – Peringatan satu abad Jam Gadang diproyeksikan menjadi momentum besar bagi Kota Bukittinggi untuk menunjukkan kekayaan budaya Minangkabau ke panggung dunia.
Pemerintah setempat menyiapkan rangkaian acara seni dan budaya berskala internasional yang tidak hanya meriah, tetapi juga menjadi ajang promosi pariwisata dan identitas daerah.
Kehadiran tamu mancanegara dinilai akan memberi dampak positif bagi sektor ekonomi lokal, mulai dari hotel, kuliner, hingga pelaku UMKM.
Bagi masyarakat, perayaan 100 tahun Jam Gadang bukan sekadar seremoni ulang tahun ikon kota, tetapi juga bentuk kebanggaan atas warisan sejarah yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Dengan sentuhan acara modern namun tetap mengangkat budaya lokal, Bukittinggi ingin menunjukkan bahwa tradisi bisa tetap relevan dan menarik perhatian dunia internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jam Gadang tidak perlu dikenalkan secara nasional lagi, sudah harus dikenalkan di tingkat Internasional. Ada dua puluh kegiatan dimulai awal Juni hingga puncak di 21 Juni. Sebanyak 36 delegasi dan duta besar dari beragam negara dijadwalkan hadir," kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Bukittinggi, Selasa (26/5).
Dia mengatakan peringatan seabad Jam Gadang diselenggarakan melalui rangkaian kegiatan International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) yang mengusung tema "100 Years of Jam Gadang & From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning".
"Festival literasi dan kebudayaan ini akan berlangsung lima hari penuh mulai dari 3 hingga 7 Juni diikuti oleh 259 peserta delegasi yang berasal dari 36 negara," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di antara negara yang ikut adalah Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, hingga Palestina dan Yaman.
Menurut dia, para peserta terbagi ke dalam beberapa kategori meliputi 122 peserta biasa, 20 pembicara (speaker), 19 pengisi peluncuran buku, 63 pembaca puisi, serta 35 pelaku pertunjukan seni.
Kegiatan lainnya berpusat di kawasan Pasa Ateh dan pelataran Jam Gadang berupa pameran buku, bazar UMKM, dan aksi melukis langsung (live painting).
Seminar Utama diadakan di Balairung dengan fokus pembahasan mengenai sejarah dan eksistensi Jam Gadang dari berbagai perspektif.
Pada siang harinya, para delegasi akan melakukan aksi penanaman 100 pohon secara simbolis, dilanjutkan dengan pembacaan puisi bertema alam dan kunjungan wisata ke destinasi Tabiang Barasok.
"Malam harinya, penonton akan dihibur dengan Festival Randai dan pertunjukan seni tradisional di area Jam Gadang. Selanjutnya pembukaan kaligrafi melukis sepanjang 100 meter, peluncuran 100 judul buku, serta Seminar Kebudayaan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!