Indonesia dan Jerman Jajaki Aliansi Baru Industri Kreatif
📅 Rabu, 27 Mei 2026, 21:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan talenta kreatif Indonesia menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing industri kreatif nasional di pasar internasional.
Dengan dukungan pelatihan, akses teknologi, serta kolaborasi global, para pelaku kreatif dinilai memiliki peluang besar untuk menghadirkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga mampu membawa identitas budaya Indonesia ke tingkat dunia.
Di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan ekspansi pasar global.
Karena itu, pengembangan talenta kreatif perlu diiringi dengan dukungan ekosistem yang kuat, mulai dari pembiayaan, perlindungan hak kekayaan intelektual, hingga akses promosi internasional agar karya kreatif Indonesia tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, membahas peluang kerja sama ekonomi kreatif antara Indonesia dan Berlin untuk memperkuat talenta kreatif Indonesia di pasar internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kolaborasi internasional harus memberikan dampak nyata bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia, baik dalam bentuk akses pasar, jejaring global, maupun ruang kolaborasi lintas negara. Kita ingin talenta Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk tampil di ekosistem internasional,” ujar Irene dalam keterangan resmi, Rabu (27/5).
Peluang yang dibahas meliputi pertukaran talenta kreatif, penguatan jejaring startup, serta perluasan akses pasar internasional bagi talenta kreatif Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, AsiaBerlin memaparkan sejumlah program yang berpotensi dikolaborasikan bersama Kementerian Ekraf, di antaranya partisipasi Indonesia dalam AsiaBerlin Summit 2026, pengembangan aktivasi kreatif Jakarta–Berlin, hingga peluang keterlibatan kreator Indonesia dalam forum inovasi dan jejaring kreatif di Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wamen Ekraf juga menegaskan pentingnya penguatan posisi Indonesia dalam ekosistem kreatif global melalui kolaborasi lintas negara.
"Kita ingin memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki produk kreatif, tetapi juga kapasitas untuk membangun pengaruh melalui budaya, inovasi, dan talenta. Kolaborasi lintas negara menjadi penting agar karya kreatif Indonesia semakin terhubung dengan ekosistem global dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” kata Wamen Ekraf.
Selain itu, Kementerian Ekraf juga memperkenalkan sejumlah program internasionalisasi ekonomi kreatif yang tengah dipersiapkan, termasuk aktivasi kreatif Indonesia di Singapura yang akan melibatkan subsektor musik, fesyen, desain, arsitektur, dan hospitality.
Program tersebut dirancang untuk memperluas eksposur IP (Intellectual Property) lokal sekaligus membuka akses pasar dan jejaring internasional bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak juga membahas peluang penguatan promosi produk kreatif Indonesia melalui pendekatan kolaboratif yang menghubungkan budaya, teknologi, dan pengalaman kreatif, agar karya kreatif Indonesia dapat hadir lebih relevan di pasar global.
AsiaBerlin juga memperkenalkan Urban Green Goods Design Competition bertema "Together for Tomorrow: Bridging Cities, Shaping Futures" yang mengajak desainer dan kreator menghadirkan karya berbasis inovasi urban dan keberlanjutan. Kompetisi ini menjadi bagian dari penguatan hubungan kreatif Jakarta–Berlin sekaligus membuka ruang kolaborasi desain lintas negara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!