Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tips dalam Mengelola dan Menyimpan Daging Kurban yang Aman

25 Senin, 25 Mei 2026, 23:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tips dalam Mengelola dan Menyimpan Daging Kurban yang Aman Tips dalam Mengelola dan Menyimpan Daging Kurban yang Aman Doc: Antara
Ket. Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kaltim, drh. Dyah Anggraini saat memberikan penjelasan terkait pentingnya kesehatan hewan ternak untuk kurban.

Samarinda - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur membagikan tips kepada masyarakat dalam mengelola serta menyimpan daging kurban agar daging yang dikonsumsi tetap aman, sehat, utuh, dan halal.


Kabid Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKH Kaltim, drh. Dyah Anggraini di Samarinda, Senin, menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan sanitasi, mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi.

"Saat penanganan daging kurban, aspek kebersihan, higiene personal, dan sanitasi lingkungan harus diperhatikan. Hewan yang disembelih harus dipastikan sehat agar menghasilkan daging berkualitas," ujar Dyah.

Ia mengungkapkan untuk menjamin kualitas hewan, DPKH Kaltim telah menerjunkan tim pengawasan dan pemeriksaan ke lapak penjualan serta peternakan.

"Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan tidak kurus sebelum disembelih," jelas Dyah.

Ia juga mengingatkan agar proses penanganan daging dilakukan secara higienis, antara lain daging tidak boleh diletakkan langsung di lantai dan daging tidak boleh dicampur dengan jeroan.

Bagi petugas pemotongan, pengemasan, dan pendistribusian harus dibedakan, kemudian penanganan harus cepat. Daging maksimal hanya boleh berada di suhu ruang selama dua jam setelah disembelih.

Sementara itu Ahli Gizi Fitriyah Noor Aini menjelaskan bahwa daging segar tidak boleh langsung diolah atau langsung dimasukkan ke pembeku (freezer). Daging harus melewati fase rigor mortis (kejang bangkai) yang berlangsung selama 6 hingga 12 jam.

"Ciri daging yang bagus adalah warnanya merah segar dan tidak berlendir. Untuk penyimpanan jangka panjang, bagi daging ke dalam porsi-porsi kecil sesuai kebutuhan sekali masak," jelas Fitriyah.

Ia menyarankan masyarakat menggunakan wadah plastik bersertifikat aman untuk makanan (food grade) atau kantong klip (zipper bag) yang bersih.

Melalui pengelolaan dan penyimpanan yang tepat, kandungan gizi daging kurban akan tetap terjaga optimal hingga siap dikonsumsi oleh masyarakat pada momentum Idul Adha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Pelatda Cabang Olahraga Petanque Kota Bogor

1.5 jam yang lalu | Winoto Wahyu

Olahraga
Pelatda Cabang Olahraga Pet...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.