Rubio Sebut AS akan Menemukan 'Cara Lain' Jika Negosiasi dengan Iran Gagal
📅 Senin, 25 Mei 2026, 17:14 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPoin-poin yang menjadi bahan perdebatan
Seiring munculnya kabar tentang potensi kesepakatan, seorang pejabat senior pemerintahan Trump menguraikan apa yang menurutnya merupakan garis besar terbaru dari isu-isu yang sedang dinegosiasikan.
Berbicara dengan syarat anonim, pejabat tersebut mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Iran telah setuju "pada prinsipnya" untuk membuang uranium yang sangat diperkaya dan membuka Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade angkatan laut AS.
AS memahami bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei telah menyetujui garis besar kesepakatan tersebut, tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak ada konfirmasi langsung dari Iran atau penjelasan lebih lanjut mengenai apa yang dimaksud dengan kesepakatan "pada prinsipnya".
Pejabat AS itu mengatakan Washington membayangkan langkah pertama adalah membuka kembali selat tersebut dan mencabut blokade angkatan laut AS. Negosiasi detail langkah-langkah nuklir akan membutuhkan waktu lebih lama, katanya.
Pejabat itu membantah anggapan bahwa Iran belum menerima untuk membuang persediaan uranium yang diperkaya. "Ini soal bagaimana caranya," kata pejabat itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Charles Kupchan, seorang peneliti senior di Council on Foreign Relations, mengatakan bahwa tarik-ulur antara AS dan Iran berarti kesepakatan kemungkinan besar tidak akan tercapai dalam waktu dekat.
“Saya rasa ini sudah menjadi hal biasa bagi pemerintahan Trump. Suatu hari mereka berjalan ke arah ini. Keesokan harinya mereka berjalan ke arah itu,” katanya kepada Al Jazeera.
“Sebagian dari pembicaraan bersifat pribadi. Sebagian lagi adalah diplomasi publik, tetapi sampai kita memiliki keyakinan konkret bahwa Iran kemungkinan akan mengatakan ya untuk menyingkirkan uranium yang sangat diperkaya mereka… dan untuk membuka Selat Hormuz tanpa batasan, saya pikir dapat dikatakan bahwa kita masih jauh dari kesepakatan yang langgeng,” kata Kupchan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!