Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Modal Pelatihan di Balik Jeruji Sentul, Eks Napi Teroris Ini Sukses Hidupi Belasan Karyawan Lewas Bisnis Kuliner

📅 Senin, 25 Mei 2026, 02:50 WIB | Oleh:
Modal Pelatihan di Balik Jeruji Sentul, Eks Napi Teroris Ini Sukses Hidupi Belasan Karyawan Lewas Bisnis Kuliner Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Jamaluddin (tengah) berfoto bersama petugas Bapas Jakarta Timur/Utara, Minggu (24/5).

JAKARTA - Jamaluddin, 49 tahun, seorang mantan narapidana kasus terorisme (napiter) yang baru menghirup udara bebas lewat program bebas bersyarat pada awal 2025, sukses membalikkan roda nasibnya di dunia wirausaha. 

Berbekal keterampilan membuat olahan makanan yang dipelajarinya selama mengikuti program deradikalisasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Sentul, Bogor, warga Jakarta Timur ini berhasil merintis bisnis Chicken Jepun hingga memiliki 13 orang pekerja, dengan tujuh agen, 50 outlet ayam, serta menyuplai bahan makanan ke delapan dapur SPPG.

"Alhamdulillah, usaha ini sudah berjalan satu tahun sejak saya bebas bersyarat awal tahun 2025," kata Jamaluddin di Jakarta, Minggu.

Hari ini Jamaluddin mendapatkan kesempatan untuk membuka stand di kegiatan Pelayanan Paspor Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Jamaluddin mendapatkan kesempatan untuk mengenalkan dan memasarkan produk olahan makanan yang diproduksinya yakni Chicken Jepun, yang menyerupai nuget dengan ukuran besar seperti katsu.

Setiap hari Jamaluddin memproduksi 100 kg chicken jepun dengan omset minimal Rp10 juta per hari.

Jamaluddin menargetkan jangka pendek produksi 100 Kg per hari dan sudah tercapai. Target jangka panjang 500 kg per harinya, sedang dirintis.

Jamaluddin divonis 4 tahun penjara pada tahun 2022 atas aksi menerobos Istana Negara. Namun, selama berada di lapas dia berkelakuan baik, sehingga menjalani masa pidana selama dua tahun, dua bulan.

Selama di dalam Lapas Sentul, Jamaluddin mengikuti program deradikalisasi, dan pembinaan kewirausahaan, salah satunya pembuatan nuget.

Awal 2025 dia mendapatkan bebas bersyarat. Dan kini statusnya sebagai klien dari Badan Pemasyarakatan Jakarta Timur/Utara.

"Awal usaha ini dibangun berawal setelah bebas saya bingung mau apa, setelah tiga bulan kehabisan uang," ujarnya.

Pada situasi itu, ia mengingat dirinya pernah dilatih di Lapas Sentul tentang cara membuat nuget.

Kemudian dia pun melakukan eksperimen membuat Chicken Jepun hingga bisa berkembang seperti saat ini.

"Saya justru bersyukur di lapas saya mendapatkan pelatihan tentang kewirausahaan, hingga ilmu berguna untuk saya kembali ke masyarakat," kata Jamaluddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Data Biometrik SIM Benarkah Mampu Meningkatkan Keamanan

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.