Mengoptimalkan Aplikasi Srikandi untuk Menertibkan Arsip
📅 Senin, 25 Mei 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim PenulisGarut - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin meminta seluruh satuan kerja perangkat daerah mengoptimalkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) untuk lebih menertibkan arsip karena memiliki nilai penting dalam menjaga keaslian dokumen negara.
"Semua mau menggunakan Srikandi dengan penuh tanggung jawab," kata dia saat Peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 di Garut, Jawa Barat, Senin.
Ia menuturkan peringatan Hari Kearsipan Nasional 2026 bertemakan "Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045" harus mendapatkan perhatian semua perangkat daerah agar arsip lebih tertib.
Saat ini, kata dia, telah berkembang teknologi sehingga semua penyelenggaraan pemerintah daerah mengoptimalkan penggunaan aplikasi Srikandi karena sistem tersebut memiliki kemampuan melacak kesesuaian riwayat tata kelola persuratan dan kearsipan elektronik, sekaligus menjadi solusi menciptakan birokrasi lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
"Dalam mengimplementasikan Srikandi ini saya bisa mengecek surat yang saya disposisikan tanggal berapa, apa isinya, kepada siapa dan bagaimana tindak lanjutnya," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan arsip tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai tumpukan kertas usang dari masa lalu, tetapi sebaliknya menjadi sumber daya strategis yang memiliki kekuatan membentuk, mengarahkan, dan memberdayakan masa depan bangsa.
Arsip, lanjut dia, berperan penting sebagai penjaga memori kolektif yang menjamin keaslian informasi, keberlanjutan nilai, serta akuntabilitas penyelenggaraan negara, dan menjadi bukti di masa yang akan datang.
"Arsip itu bukan hanya semata-mata dalam bentuk kertas, tapi merujuk pada dokumen arsip, bisa dalam bentuk digital, artinya, kita harus mencatat semua sejarah yang ada, kita simpan sebagai bagian bentuk bukti," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menegaskan arsip dapat menjadi petunjuk tentang berbagai kejadian masa lalu, jika ada kesalahan sebelumnya maka akan menjadi pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan sama di masa yang akan datang.
"Kita harus mencatat semua sejarah yang ada, kita simpan sebagai bagian untuk dibuktikan di masa akan datang," katanya.
Ia mengatakan tentang arahan Kepala Arsip Nasional yang meminta agar tata kelola ruang arsip mulai dilakukan efisiensi dengan membatasi kapasitas arsip fisik yang tersimpan di masing-masing SKPD 10 persen dari total kapasitas ruang arsip yang tersedia.
Selain itu, Arsip Nasional RI mendorong percepatan migrasi dokumen ke ranah digital untuk efektivitas kerja dan penghematan ruang kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!