Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Generasi Muda Kini Hadapi Bentuk Baru Penjajahan Era Digital

📅 Senin, 25 Mei 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim Penulis

Wamen Nezar juga mengajak organisasi kepemudaan dan pelajar mengambil peran dalam membangun kemandirian teknologi nasional dan menjaga ruang digital Indonesia tetap sehat, kritis, dan produktif bagi masa depan bangsa.

Sementara itu, Pandu Literasi Digital Kemkomdigi Shalahuddin mengingatkan pentingnya nalar kritis di tengah arus teknologi informasi seperti saat ini. “Dibutuhkan nalar kritis di tengah pesatnya arus teknologi informasi seperti saat ini,” kata Shalahuddin saat bimbingan teknis (bimtek) literasi informasi di Mamuju, pekan lalu.

Bimbingan teknis literasi informasi tersebut diikuti 150 peserta, terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru dan pegiat literasi di Sulbar.

Shalahuddin yang membawakan materi bertajuk Digitalitas dan Literasi Digital menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital dalam kehidupan masyarakat. “Hari ini hampir semua orang sudah daring (online), tapi belum tentu semua orang paham apa yang mereka akses di internet dan bagaimana teknologi mempengaruhi sekaligus mengubah prilakunya,” ujar nya.

Digitalitasi, menurut Shalahuddin, telah melahirkan cara hidup dan interaksi sosial baru, cara berpikir masyarakat berubah, begitu pula cara mempercayai sesuatu dan cara berinteraksi. “Masalahnya, hidup kita sudah digital, tapi cara kita memahami dunia masih cara lama,” katanya. Shalahuddin menilai perkembangan teknologi turut memberi tekanan psikologis terhadap masyarakat, termasuk pada aspek mental dan identitas, serta mempengaruhi cara dan kemampuan berpikir masyarakat.

Dalam menjaga nalar publik, Shalahuddin menilai dibutuhkan peran bersama dari berbagai pihak.Ia juga menekankan pentingnya membangun resiliensi digital melalui penguatan identitas dan nalar kritis, kemampuan memilah serta memverifikasi informasi, keamanan digital, hingga dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi. “Kita tidak bisa menghentikan perkembangan teknologi. Tapi kita bisa memastikan manusia tetap memegang kendali,” ­ujarnya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.