Kebumen Kembangkan Kawasan Budidaya Udang Berbasis Industri.
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 05:57 WIB | Oleh: Yebdi TrismarDalam kalkulasi pemerintah, indikator utama keberhasilan pembangunan ekonomi diletakkan pada kemampuan menciptakan lapangan kerja baru dan menaikkan pendapatan masyarakat bawah, bukan pada kemegahan fisik birokrasi pemerintahan.
Pilihan pemerintah untuk memprioritaskan komoditas udang didorong oleh posisinya yang strategis sebagai penopang utama perolehan devisa di sektor kelautan. Berdasarkan data resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), total nilai ekspor produk perikanan Indonesia tumbuh 5,2 persen dengan capaian 6,27 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, komoditas udang menyumbang porsi terbesar senilai 1,87 miliar dolar AS atau setara 29,8 persen dari total nilai ekspor nasional.
Angka ekspor udang ini berada jauh di atas komoditas unggulan lainnya seperti kelompok ikan tuna-cakalang-tongkol yang mencatatkan nilai ekspor 1,04 miliar dolar AS, serta kelompok cumi-sotong-gurita yang menyumbang sebesar 889,73 juta dolar AS ke dalam kas negara.
Duplikasi nasional
Sebaiknya Anda baca juga:
Rencana duplikasi model tambak modern Kebumen dalam skala lahan yang jauh lebih masif kini sedang berjalan di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di wilayah Indonesia timur tersebut, pemerintah tengah membangun pusat budi daya udang terintegrasi seluas 2.000 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun, yang ditargetkan mampu memproduksi 52.800 ton udang per tahun.
Langkah ekspansi geografis itu juga diikuti dengan rencana pembangunan sentra budi daya udang komersial seluas 200 hektare di Gorontalo, serta pemanfaatan kawasan pantai utara (pantura) Jawa Barat seluas 14.000 hektare yang dialokasikan khusus untuk komoditas perikanan ikan budi daya.
Langkah akselerasi di sektor kelautan dan perikanan itu menjadi bagian integral dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kedaulatan pangan domestik di tengah ketidakpastian situasi geopolitik global.
Presiden Prabowo menyebut pemerintahannya telah meraih capaian swasembada pada komoditas karbohidrat utama seperti beras dan jagung dalam kurun waktu 19 bulan menjabat. Kini, pemenuhan sektor protein hewani menjadi target prioritas berikutnya. Pemerintah memproyeksikan penataan tata kelola produksi untuk mencapai swasembada daging sapi secara bertahap dapat diselesaikan dalam jangka waktu empat hingga lima tahun ke depan.
Industri perikanan modern yang terstandardisasi seperti di Kebumen diposisikan sebagai pilar penting untuk memastikan pasokan protein nasional tetap terjaga sekaligus membendung kebocoran kekayaan negara keluar sistem domestik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!