Gelar RUPSLB dan RUPST, GMFI Catatkan Laba USD33,9 Juta
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 15:40 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasTANGERANG — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), sebagai bagian dari Garuda Indonesia Group, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (22/05). Bertempat di Auditorium Garuda Indonesia, RUPSLB dihadiri oleh 117.047.128.927 suara atau sebesar 93.76% pemegang saham, sementara RUPST dihadiri oleh 117.437.717.575 suara atau sebesar 94.07% pemegang saham, dengan sejumlah keputusan strategis yang disetujui dalam rapat.
Pada RUPSLB, rapat menyetujui penyesuaian, penambahan, dan/atau perubahan Anggaran Dasar Perseroan sesuai dengan Surat BP BUMN, Surat Danantara Asset Management, penyesuaian Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2025), dan penyelarasan dengan Anggaran Dasar PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Pada RUPST, rapat menyetujui sejumlah mata acara di antaranya Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2025, Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2025, Penetapan Gaji/Honorarium Berikut Fasilitas dan Tunjangan Tahun Buku 2026 serta Remunerasi atas Kinerja Tahun Buku 2025 bagi Pengurus Perseroan, Penunjukkan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Tahun Buku 2026, Persetujuan Pelimpahan Wewenang dan Kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan dalam Menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026 – 2030 dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Perseroan Tahun 2027 termasuk Perubahannya, dan Penerimaan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.
"GMFI berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja finansial yang solid dengan pendapatan usaha mencapai USD491,9 juta (Rp8,25 triliun) pada tahun 2025, tumbuh 16,8% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar USD33,9 juta (Rp570 miliar), naik signifikan sebanyak 26,3% dibanding tahun 2024 sebesar USD26,9 juta (Rp451 miliar)," dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, akhir pekan lalu.
Lebih lanjut, kinerja Perseroan juga meningkat dari sisi neraca dengan total aset melesat menjadi USD813 juta (Rp13,6 triliun) atau tumbuh 91,5% dari tahun sebelumnya. Struktur permodalan juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan ekuitas berbalik dari yang sebelumnya negatif sebesar USD257,9 juta (-Rp4,33 triliun) menjadi positif sebesar USD114,6 juta (Rp1,92 triliun). Peningkatan kinerja ini turut didukung oleh aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat nilai aset tetap Perseroan serta mengembalikan posisi ekuitas menjadi positif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!