Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Ekstrem, 16 Orang Meninggal Akibat Serangan Panas di India

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 15:15 WIB | Oleh:
Cuaca Ekstrem, 16 Orang Meninggal Akibat Serangan Panas di India Doc: CNA/AP
Ket. Seorang pemulung minum air sambil bekerja di tengah gelombang panas di tempat pembuangan sampah di pinggiran Jammu, India, Rabu, 19 Juni 2024.

NEW DELHI - Sedikitnya 16 orang meninggal dunia akibat serangan panas di India selatan sepanjang musim panas ini, kata para pejabat pada hari Minggu (24/5), seiring gelombang panas melanda sebagian besar wilayah negara itu.

India bukanlah negara yang asing dengan musim panas yang terik, tetapi penelitian ilmiah selama bertahun-tahun telah menemukan bahwa perubahan iklim menyebabkan gelombang panas menjadi lebih panjang, lebih sering, dan lebih intens.

Suhu di beberapa kota di negara Asia Selatan berpenduduk 1,4 miliar jiwa ini baru-baru ini berada jauh di atas 45 derajat Celcius.

Kematian tersebut dilaporkan di negara bagian Telangana di selatan, Menteri Pendapatan Ponguleti Srinivasa Reddy menyerukan "kewaspadaan di seluruh negara bagian" untuk menjaga kesehatan masyarakat.

"Intensitas panas telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan para pejabat di Telangana harus mengeluarkan peringatan dini tentang tindakan pencegahan yang harus diambil selama gelombang panas, kata kantor Reddy dalam sebuah pernyataan.

Para ahli kesehatan mengatakan panas ekstrem dapat menyebabkan dehidrasi yang mengentalkan darah dan, dalam kasus yang sangat parah, menyebabkan organ-organ tubuh berhenti berfungsi.

Pemerintah daerah di Telangana menyarankan para lansia, anak-anak, dan wanita hamil untuk tidak keluar rumah pada siang hari kecuali jika memang diperlukan.

Awal pekan ini, Departemen Meteorologi India memprediksi suhu di atas normal dan kondisi gelombang panas yang intens di beberapa bagian negara tersebut.

Suhu di ibu kota New Delhi dan kota-kota terdekat lainnya tetap berada di atas 40 derajat Celcius sepanjang minggu ini, menyebabkan penggunaan listrik melonjak ke tingkat rekor.

Selain terik matahari siang hari, suhu minimum di malam hari juga tinggi, sehingga masyarakat hanya mendapatkan sedikit waktu untuk beristirahat.

India , negara terpadat di dunia, adalah negara penghasil gas rumah kaca terbesar ketiga dan sangat bergantung pada pembakaran batu bara untuk pembangkit listrik.

Negara ini telah berkomitmen untuk mencapai ekonomi dengan emisi nol bersih pada tahun 2070 -- dua dekade setelah sebagian besar negara industri Barat.

Suhu tertinggi yang tercatat secara resmi di negara ini adalah 51 derajat Celsius, yang diukur di Phalodi, Rajasthan pada tahun 2016.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.