Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin Dorong Hilirisasi SDA untuk Perkuat Industri Nasional

📅 Sabtu, 23 Mei 2026, 14:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemenperin Dorong Hilirisasi SDA untuk Perkuat Industri Nasional Doc: Antara
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto pada Rapat Paripurna DPR yang menegaskan pentingnya percepatan industrialisasi nasional. Presiden menekankan bahwa Indonesia harus memperkuat kapasitas manufaktur dalam negeri agar mampu memproduksi sendiri kebutuhan strategis, mulai dari kendaraan bermotor hingga produk elektronik, dan tidak lagi hanya menjadi pasar bagi produk impor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan, arahan tersebut sejalan dengan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) yang diinisiasi Kemenperin untuk memperkuat struktur industri manufaktur, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

“Pidato Bapak Presiden menegaskan bahwa industrialisasi adalah jalan utama menuju kemandirian ekonomi nasional. Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen. Kita harus menjadi negara produsen dengan kemampuan manufaktur yang kuat dan berdaya saing global,” ujar Menperin di Jakarta pekan ini.

Menurut Menperin, penguatan industrialisasi harus difokuskan pada industri berbasis sumber daya alam yang menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi. Kekayaan SDA Indonesia harus menjadi fondasi penguatan rantai nilai industri dari hulu hingga hilir.

“Arahan Bapak Presiden sangat tepat. Kita akan mengembangkan industrialisasi berbasis SDA karena inilah keunggulan komparatif Indonesia. Dengan hilirisasi, produk turunan yang dihasilkan akan memperkuat mata rantai industri nasional,” jelasnya.

Ia mencontohkan, target Indonesia memproduksi mobil nasional sangat relevan dengan agenda penguatan ekosistem industri dalam negeri. Begitu pula dengan industri baterai yang didukung oleh posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia.

“Kalau kita bicara baterai, ini harusnya jadi keunggulan Indonesia. Kita punya nikel, dan itu harus diturunkan menjadi komponen baterai dan otomotif melalui hilirisasi,” tutur Agus.

Menperin menilai, penegasan Presiden akan memperkuat optimisme pelaku industri untuk bergerak cepat menjawab tantangan global dan meningkatkan daya saing.

“Pernyataan Bapak Presiden menambah semangat industri nasional untuk bekerja lebih cepat, menjawab tantangan, dan menangkap peluang yang ada,” imbuhnya.

Data BPS menunjukkan sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi. Pada Triwulan I 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,04% year-on-year dan berkontribusi 19,07% terhadap PDB nasional. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 1,03%, tertinggi dibanding sektor lain.

Untuk memacu penguatan industrialisasi, Kemenperin akan terus mendorong kebijakan pro-industri, meliputi:

1. Peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dan penguatan TKDN  

2. Akselerasi hilirisasi industri berbasis SDA  

3. Pengembangan SDM industri yang kompeten  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Tim Aston Villa bakal Kunju...

OKK PWI Jaya Angkatan ke-24/2026 Sukses

45 menit yang lalu | Diapari S

Megapolitan
OKK PWI Jaya Angkatan ke-24...
Megapolitan
Cooking Demo Competition 20...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.