Sebelum “Njebles” KRL, Katanya, Masinis Kereta Argo Bromo Anggrek Sempat Mengerem 1,3 Kilometer
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 07:01 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Sebelum njebles (nabrak) KRL, yang menyebabkan banyak sekali korban jiwa maupun luka, konon, masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek telah mengerem pelan sekitar 1,3 kilometer, sebelum insiden tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat pada 27 April 2026.
Ditemui usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Kamis, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan pengereman dilakukan masinis kereta api jarak jauh itu setelah menerima informasi adanya tabrakan kereta di depan.
"Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan atau tabrakan, masinis sudah mengerem," kata Soerjanto.
Menurut KNKT, informasi mengenai adanya tabrakan di jalur depan disampaikan oleh pusat pengendali operasi kepada masinis melalui komunikasi suara sehingga kondisi sebenarnya di lapangan belum dapat diketahui secara langsung.
Karena hanya menerima informasi melalui komunikasi suara, petugas pengendali operasi tidak mengetahui secara rinci situasi di lokasi kejadian dan meminta masinis mengurangi kecepatan sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mengurangi kecepatan, masinis juga diminta memperbanyak penggunaan semboyan 35 atau membunyikan klakson sebagai peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di jalur kereta.
"Cuman karena situasinya kan di Pusdal itu tidak tahu riil sebenarnya karena komunikasinya kan lewat suara saja, lewat voice," ujarnya.
"Jadi kondisi lapangannya seperti apa dia nggak tahu, cuman memberitahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem dikit. Terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35," tambah Soerjanto.
Sebaiknya Anda baca juga:
KNKT menyatakan masinis telah merespons arahan dari pusat pengendali operasi di Manggarai dengan melakukan tindakan sesuai informasi yang diterima sebelum insiden kecelakaan terjadi.
"Nah itu aja yang disampaikan, sehingga masinis sudah melakukan, merespon apa yang disampaikan oleh Pusdal dari pengendali operasi di Manggarai," ucapnya.
Meski demikian, KNKT menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab utama kecelakaan karena sejumlah aspek teknis dan operasional masih dalam proses penelitian lebih lanjut.
Tim investigasi saat ini masih mengumpulkan, memverifikasi, dan mengolah berbagai data pendukung yang diperlukan guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai rangkaian peristiwa sebelum kecelakaan terjadi.
KNKT menjelaskan hasil investigasi itu akan dapat disimpulkan setelah seluruh data dan temuan lapangan dianalisis secara komprehensif sehingga penyebab kecelakaan dapat ditetapkan secara objektif dan akurat.
Untuk menyelesaikan proses investigasi, KNKT memperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan apabila seluruh tahapan pengumpulan data dan pemeriksaan berjalan sesuai rencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!