Purbaya Yakin Rupiah Tak Lama di Level Rp17.700 per Dolar AS, Ini Alasannya
📅 Rabu, 20 Mei 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut dia, kondisi tersebut membuat diferensial suku bunga antara negara maju dan berkembang menjadi faktor penting dalam menentukan arah aliran modal global.
Ani menambahkan, kenaikan BI-Rate sebesar 25 basis poin akan memberi beberapa manfaat, mulai dari memperkuat kredibilitas Bank Indonesia, meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik, mengurangi beban intervensi valas, hingga menekan risiko rambatan pelemahan rupiah terhadap inflasi dan pasar keuangan domestik.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga dapat menahan laju investasi dan konsumsi berbasis kredit dalam jangka pendek. Meski begitu, menurutnya, risiko akibat pelemahan rupiah yang berlanjut akan jauh lebih besar.
“Pelemahan rupiah yang berlanjut berisiko memicu imported inflation, memperbesar beban utang valas, dan memperburuk persepsi risiko investor terhadap Indonesia,” ujar Ani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!