Kota Kreatif Nuanu di Tabanan Kembangkan Ruang Hijau untuk Wisata Baru di Bali
📅 Rabu, 20 Mei 2026, 13:58 WIB | Oleh: SriyonoTABANAN - Kawasan Kota Kreatif Nuanu di Desa Beraban, Tabanan, mengembangkan ruang terbuka hijau menjadi destinasi wisata baru di Bali.
“Selama beberapa tahun kami telah memikirkan ruang ini, kami berharap tempat ini menjadi jauh lebih ramah bagi pejalan kaki, menciptakan wadah di mana orang-orang bisa berkumpul dengan anak, teman, peliharaan, untuk sekadar bersantai,” kata CEO Nuanu Creative City Lev Kroll di Tabanan, Rabu (20/5).
Destinasi wisata baru dengan luas total 4,4 hektare yang belum lama dikunjungi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif itu menyulap sebagian lahannya atau sekitar 1,6 hektare menjadi Nuanu Park, area yang memadukan alam, seni, edukasi, rekreasi, dan pengalaman keluarga dalam satu lanskap terintegrasi.
Selain ruang terbuka hijau, terdapat infrastruktur pendukung seperti arena bermain anak, kebun raya, akademi anak, area seluncur tali, dan area lokakarya seni.
Nantinya ketika dibuka pada musim panas, wisatawan maupun masyarakat Bali dapat menikmati area tersebut untuk berbagai aktivitas mulai dari lokakarya, program anak, aktivitas di area terbuka, area ramah hewan peliharaan, hingga kegiatan berbasis komunitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Taman ini dirancang untuk membuat Nuanu lebih terbuka dan mudah diakses publik, dengan menghadirkan pengalaman eksplorasi, pembelajaran, permainan, dan interaksi bersama sebagai pintu masuk menuju kawasan kreatif tersebut,” ujar dia.
Menurut Lev Kroll, dengan itu maka wisatawan maupun masyarakat di Bali kini memiliki ruang publik nontransaksional yang luas dan mudah diakses karena lokasinya dekat kawasan wisata Canggu.
Di kawasan itu, ia juga menggandeng komunitas masyarakat lokal untuk mengembangkan kreatifitas, seperti membentuk instalasi seni dari ranting pohon.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Di dalam wilayah ini ada tim yang selama beberapa waktu telah bekerja penuh semangat mengumpulkan kayu di pantai, membersihkan pantai, dan membuat patung serta figur-figur yang luar biasa dari kayu tersebut,” katanya.
Dengan semakin banyak komunitas yang bergabung, Kroll meyakini pada akhirnya daya tarik wisata satu ini akan menjadi satu wadah besar untuk berbagai aktifitas seni kreatif di Bali.
Jika untuk menikmati berjalan kaki di Sanur, melihat budaya yang cantik di Ubud, menonton kecak di Uluwatu, atau makan di restoran ekspatriat di Canggu, harus menjangkau banyak lokasi, ia menargetkan agar semuanya dapat hadir di satu titik.
“Salah satu masalah yang kami lihat adalah banyak pengalaman luar biasa yang tersebar di berbagai tempat, ide kami adalah Bali sebagai suatu pintu gerbang ke Indonesia kami ingin ciptakan sebuah ruang di mana hal-hal luar biasa yang sudah ada memiliki satu tempat di mana mereka bersinar sekaligus,” ujar dia.
Selain hamparan ruang terbuka hijau, dalam waktu dekat mereka juga akan membuka gerbang resmi baru yang dirancang sebagai ikon budaya garapan seniman Bali, arsitek, pematung, dan penasihat budaya.
Bangunan ini memadukan prinsip arsitektur Bali, kerajinan tradisional, serta teknologi multimedia kontemporer, termasuk instalasi media dan projection mapping dengan bentuk simbolis Athena dan Saraswati yang menyala saat malam hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!