Hadapi Krisis Global, Presiden Minta Pebisnis dan Pemerintah Kompak
📅 Rabu, 20 Mei 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Upaya menggerakkan roda perekonomian nasional di tengah dinamika krisis global menjadi tantangan besar karena tekanan eksternal dapat memengaruhi perdagangan, investasi, hingga stabilitas pasar keuangan domestik.
Dalam kondisi tersebut, penguatan konsumsi dalam negeri, percepatan belanja pemerintah, serta menjaga daya beli masyarakat menjadi faktor penting untuk menahan perlambatan ekonomi.
Di sisi lain, ketidakpastian global juga menuntut pemerintah dan pelaku usaha lebih adaptif dalam memperkuat sektor produktif, memperluas pasar ekspor, dan menjaga kepercayaan investor.
Ketahanan ekonomi nasional pada akhirnya sangat bergantung pada kemampuan menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi riil agar tetap tumbuh di tengah tekanan global yang terus berubah.
Presiden meminta kalangan pengusaha dan institusi pemerintah untuk memperkuat kerja sama strategis guna menggerakkan roda perekonomian nasional di tengah dinamika krisis global.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saudara-saudara sekalian, pengusaha dan pemerintah harus kerja sama. Saya ingatkan buruh jangan kau minta aja terus ya kan? Pengusaha-pengusaha juga kerja keras pusing juga mereka. Harus bayar kredit ke bank ya, tapi pemerintah ingin bekerja sama," kata Presiden dalam pidatonya dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/4).
Menurut presiden, sinergi yang solid antara pemerintah, sektor swasta, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta jajaran pemerintah daerah menjadi kunci utama untuk menciptakan kemakmuran ekonomi yang luar biasa bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pemerintah berkomitmen untuk memberikan berbagai instrumen perlindungan sosial demi memitigasi serta meringankan beban finansial yang dihadapi oleh para pelaku usaha di dalam negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemerintah membuka ruang komunikasi bagi para pengusaha yang mengalami kendala operasional untuk segera menyampaikan laporan resmi agar dapat dicarikan solusi bersama.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan asistensi berupa penurunan tarif pajak secara temporer bagi pelaku usaha yang terdampak krisis, meskipun kebijakan tersebut tidak dapat diberikan secara terus-menerus.
Melalui bauran kebijakan fiskal dan penguatan kerja sama lintas sektor tersebut, stabilitas ekonomi domestik dinilai akan tetap terjaga dengan baik sebagaimana keberhasilan Indonesia melewati masa krisis global sebelumnya.
Presiden juga memaparkan proyeksi dari sejumlah pakar dan institusi internasional yang menaksir posisi Indonesia akan melonjak menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat atau kelima di dunia pada tahun 2045 mendatang.
Pertumbuhan masif tersebut diproyeksikan mampu membawa Indonesia melampaui produk domestik bruto (PDB) beberapa negara maju di Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Italia dalam kurun waktu 19 tahun ke depan.
Meskipun demikian, Kepala Negara mengingatkan seluruh pihak untuk tidak berpuas diri secara berlebihan dan tetap fokus mengeliminasi segala bentuk penyelewengan dalam tata kelola perekonomian demi mengoptimalkan potensi pertumbuhan nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!