Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bursa Karbon Disebut Bisa Bikin Daerah Cuan Sekaligus Hijau

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 10:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bursa Karbon Disebut Bisa Bikin Daerah Cuan Sekaligus Hijau Doc: ANTARA/ Yusuf Nugroho.
Ket. Ilustrasi - Kawasan wisata konservasi hutan Mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang, Jawa Tengah.

BANDARLAMPUNG – Potensi bursa karbon di Indonesia dinilai sangat besar karena didukung kekayaan sumber daya alam, terutama hutan tropis, mangrove, dan ekosistem gambut yang mampu menyerap emisi karbon dalam jumlah besar.

Kehadiran bursa karbon tidak hanya membuka peluang pembiayaan hijau dan investasi berkelanjutan, tetapi juga dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui perdagangan kredit karbon domestik maupun internasional.

Selain itu, pasar karbon berpotensi mendorong percepatan transisi energi dan meningkatkan daya saing industri nasional di tengah tuntutan global terhadap standar rendah emisi.

Namun, optimalisasi potensi tersebut masih bergantung pada kesiapan regulasi, kredibilitas sistem verifikasi emisi, serta kemampuan menciptakan pasar yang likuid dan transparan agar menarik bagi investor dan pelaku usaha.

Kepala Direktorat Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bayu Samodro mengatakan adanya bursa karbon dapat menjadi potensi untuk meningkatkan nilai ekonomi daerah sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Sebenarnya bursa karbon ini belum sampai ke ritel atau individu, melainkan lebih ke institusi di pasar karbon. Tapi edukasi mengenai ini terus kami sebarluaskan agar banyak yang memahami tentang bursa karbon," ujar Bayu Samodro di Bandarlampung, Selasa (20/5).

Ia mengatakan saat ini telah ada emiten ramah lingkungan yang masuk dalam kerangka environmental, social, and governance (ESG) dan selalu melaporkan kinerjanya melalui sustainability report dalam pelaksanaan bursa karbon di pasar karbon.

"Jadi para emiten atau perusahaan publik yang fokus pada keberlanjutan lingkungan akan jadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi karena mereka berhasil meningkatkan kredibilitas dalam mereduksi emisi. Untuk di Lampung kami akan coba hitung apakah sudah ada emiten yang masuk dalam bursa karbon," katanya.

Dia menjelaskan dengan adanya hal tersebut, maka keberadaan bursa karbon menjadi sebuah potensi untuk meningkatkan ekonomi sekaligus menjaga lingkungan dengan mengubah emiten yang berada dalam kategori beremisi tinggi menjadi perusahaan hijau yang berkelanjutan.

"Selain itu pemerintah daerah pun terus dipacu untuk menciptakan energi yang lebih hijau. Karena dengan mengurangi emisi bisa juga dilakukan pemberdayaan ekonomi daerah melalui perdagangan karbon," ucap dia.

Menurut dia, sehingga upaya meningkatkan nilai ekonomi salah satunya dengan meningkatkan pendapatan daerah dapat selaras dengan upaya menjaga lingkungan serta hutan.

"Dengan adanya potensi hutan di daerah, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk menghijaukan hutan, lahan rusak yang memiliki nilai karbon untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Kami terus mempromosikan bursa karbon dan perdagangan karbon, salah satunya di Lampung," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menbud Ungkap Jadwal Terbit Buku Sejarah Baru

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ungkap Jadwal Terbit...

Woody Kembali Beraksi di Film “Toy Story 5

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Woody Kembali Beraksi di Fi...
Nasional
Kementan Ungkap Produksi Su...
Rona
Joe Taslim Turut Berperan d...
Daerah
PT KAI: Volume Penumpang St...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.