Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahkota Binokasih Dikembalikan KDM ke Keraton Sumedang Larang Usai Kirab Milangkala Tatar Sunda

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Mahkota Binokasih Dikembalikan KDM ke Keraton Sumedang Larang Usai Kirab Milangkala Tatar Sunda Doc: ANTARA/HO Pemprov Jabar
Ket. Prosesi pengembalian Mahkota Binokasih (Binokasih Sanghyang Pake) kepada pihak Keraton Sumedang Larang di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Senin (18/5).

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi mengembalikan Mahkota Binokasih (Binokasih Sanghyang Pake) kepada pihak Keraton Sumedang Larang setelah diarak dalam rangkaian Kirab Milangkala Tatar Sunda ke sembilan kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Melalui prosesi penyambutan adat yang khidmat, mahkota pusaka Kerajaan Sunda peninggalan abad ke-14 tersebut kini telah disimpan kembali di tempat asalnya, yakni Museum Prabu Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang.

Dedi dalam keterangan di Bandung, Selasa (19/5), mengungkapkan perjalanan Kirab Budaya Tatar Sunda tidak sekadar ritual adat, melainkan terbukti memberikan dampak konkret pada peningkatan perputaran roda perekonomian masyarakat setempat.

"Coba lihat hotel-hotel penuh, orang yang berkunjung ke Jawa Barat makin meningkat, dan beberapa daerah mulai nampak bersih," kata Dedi.

Pasca-pelaksanaan kirab monumental ini, Dedi berharap seluruh daerah di Jawa Barat dapat terstimulasi untuk menjadi jauh lebih baik, terutama dari sisi pengelolaan kebersihan kawasan hingga penataan estetika lingkungan.

Ia mencontohkan, kondisi empiris penataan lingkungan keraton-keraton di Cirebon yang saat ini dinilai kurang mendapat ruang terbuka akibat terkepung oleh menjamurnya bangunan-bangunan baru yang tidak selaras dengan arsitektur cagar budaya.

"Ke depan, seluruh bangunan yang ada di sekitar keraton itu harus selaras, baru akan melahirkan gelombang publik untuk datang berkunjung," ucapnya.

Lebih lanjut, Dedi mengingatkan kepada masyarakat maupun jajaran pemerintah daerah untuk tidak terburu-buru mengejar kuantitas tingkat kunjungan wisatawan, melainkan harus mengedepankan kualitas penataan kawasan ke arah yang lebih tertata dan ramah lingkungan.

"Yang paling utama kita jangan dulu berpikir wisata, jangan dulu berpikir orang berkunjung. Satu saja, kita urus lembur kita, kota ditata. Sudah saja itu dulu, nanti setelah itu nanti ada hikmah," kata Dedi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.