Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Arus Investasi ke Ibu Kota Nusantara Tak Surut, Kepercayaan Investor Masih Kuat

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Arus Investasi ke Ibu Kota Nusantara Tak Surut, Kepercayaan Investor Masih Kuat Doc: ANTARA/ Nyaman Bagus Purwaniawan
Ket. Suasana KIPP IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

PENAJAM PASER UTARA – Investasi pembangunan Ibu Kota Nusantara menjadi indikator penting dalam upaya pemerintah mendorong pemerataan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Kehadiran investasi, baik dari sektor swasta maupun dukungan negara, menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya diposisikan sebagai proyek pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai penggerak pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Di sisi lain, keberlanjutan arus investasi sangat bergantung pada kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur dasar, serta prospek ekonomi jangka panjang kawasan tersebut.

Tingginya kebutuhan pendanaan membuat pemerintah perlu menjaga kepercayaan investor agar pembangunan IKN tidak sekadar menjadi proyek ambisius, melainkan mampu menciptakan efek berganda bagi industri, lapangan kerja, dan konektivitas nasional.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut investasi nasional dan internasional terus bersama membangun IKN, yang berlokasi di sebagai wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

"Pelaku usaha nasional dan internasional terus terlibat dalam melakukan pembangunan di IKN," ujar Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, di Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (19/5).

Pembangunan IKN tidak pernah berhenti, ujarnya, seiring dengan hidupnya ekosistem perkotaan. Kehadiran investasi terlihat pada berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.

Hingga kini ada 75 perjanjian kerja sama investasi, dengan 11 perjanjian kerja sama berasal dari investor luar negeri dengan delapan perusahaan, antara lain dari Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia dan Singapura, dan 64 perjanjian kerja sama berasal dari pelaku usaha dalam negeri.

Nilai estimasi investasi di ibu kota baru Indonesia saat ini tercatat dari investasi swasta murni sekitar Rp60,29 triliun, serta fasilitas publik dan penugasan kepada kementerian/lembaga kisaran Rp12,10 triliun.

"Tercatat keberlanjutan pembangunan IKN ditopang kepercayaan investor melalui nilai investasi yang telah mencapai Rp72,39 triliun," jelasnya.

Investasi yang masuk memberikan sinyal bahwa para investor mulai membaca IKN sebagai pasar masa depan, penanaman modal tersebut menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota berkelanjutan.

"Infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, artinya kota mulai hidup," katanya.

Aktivitas perekonomian mulai tumbuh di ibu kota baru Indonesia, antara lain bisnis makanan, minuman, dan usaha penunjang kebutuhan masyarakat lainnya, baik bagi pekerja maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan IKN.

Masuknya investasi menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan sebagai masa depan Indonesia dengan membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat, demikian Troy Pantouw.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perbaikan Subsidi harus Bersamaan dengan Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini, saya sangat sepakat dengan ...
  • Hari Ini Diskon Pertamax Gan, Lumayan Bisa Hemat Rp450 per Liter
    Preview komentar:
    Program diskon kemerdekaan yang diluncurkan oleh Pertamina ini ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.