Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm Inflasi Mulai Nyala: Harga-Harga Mulai Bergerak Naik, Ekonom Kaitkan dengan Anjloknya Rupiah

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 09:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm Inflasi Mulai Nyala: Harga-Harga Mulai Bergerak Naik, Ekonom Kaitkan dengan Anjloknya Rupiah Doc: ANTARA FOTO/ Putra M. Akbar
Ket. Ilustrasi - Pengunjung menaiki eskalator di salah satu pusat perbelanjaan (mall) di Kota Tangerang, Banten.

JAKARTA – Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan tekanan inflasi karena biaya impor barang dan bahan baku menjadi lebih mahal.

Kenaikan harga impor tersebut biasanya diteruskan ke harga jual di tingkat konsumen, terutama pada komoditas yang bergantung pada pasokan luar negeri seperti pangan, energi, obat-obatan, dan barang elektronik.

Jika depresiasi rupiah berlangsung berkepanjangan, daya beli masyarakat dapat tertekan karena kenaikan harga terjadi lebih cepat dibanding pertumbuhan pendapatan.

Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi otoritas moneter dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty memproyeksikan dampak pelemahan rupiah berpotensi mulai tercermin pada hasil perhitungan inflasi bulan Mei ini yang akan diumumkan secara resmi pada awal Juni mendatang.

“Imported inflation akibat pelemahan rupiah dapat mulai dirasakan di Mei. Kelompok pengeluaran yang paling terdampak adalah yang terkait dengan komponen tinggi impor,” kata Telisa Aulia Falianty saat dihubungi dari Jakarta, Senin (18/5).

Ia menyampaikan, komoditas yang berpotensi menjadi yang paling terdampak oleh imported inflation tersebut antara lain obat-obatan, elektronik, otomotif, petrokimia, gandum, peralatan berat, hingga telekomunikasi.

Ia menuturkan, tanda-tanda akan adanya pengaruh dari pelemahan kurs rupiah terhadap inflasi nasional sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir, yakni melalui tren peningkatan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB).

Rupiah tercatat terus melemah sejak awal tahun dan kini nilainya sudah menurun 5,99 persen terhadap dolar AS dalam tahun kalender (year-to-date/ytd).

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa IHPB terus mengalami kenaikan setiap bulan, yakni dari 106,00 pada Januari 2026 menjadi 109,07 pada April 2026. Angka pada April lalu menunjukkan kenaikan IHPB sebesar 3,81 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Biasanya, Indeks Harga Perdagangan Besar akan memengaruhi inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen),” ucap Telisa.

Ia pun meminta pemerintah untuk segera melakukan upaya mitigasi agar dampak pelemahan rupiah tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap inflasi nasional.

Ia mendorong pemerintah melakukan efisiensi biaya logistik untuk membantu para pengusaha dalam mengendalikan efek kenaikan harga produksi akibat imported inflation.

Para produsen juga perlu diimbau untuk mempertimbangkan kenaikan harga dalam tingkat yang wajar agar tidak memberatkan konsumen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Leica Mencabut Nama Fotografer Russia dari Penghargaan Oskar Barnack

45 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Leica Mencabut Nama Fotogra...

Jodar dan Shelton Belum Terbendung untuk Melaju ke Semifinal

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Jodar dan Shelton Belum Ter...
Luar Negeri
Iran Ajukan Beberapa Syarat...

Kasus TPPO Disosialisasikan kepada Warga

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kasus TPPO Disosialisasikan...
Megapolitan
Pengolah Limbah Sampah Orga...
Daerah
Cadangan Minyakita Wilayah ...

Makam Sutrimo Hari Ini Dibongkar Polda Metro Jaya

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Makam Sutrimo Hari Ini Dibo...

Gauff Melaju Tanpa Mengeluarkan Keringat

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gauff Melaju Tanpa Mengelua...
Daerah
Kabut Asap Dampak Kebakaran...
Nasional
Perlu Segera Menghitung Ket...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.