Stok Lokal Belum Cukup, Hewan Kurban Bantul Banyak Dipasok dari Daerah Lain
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 21:40 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Kenaikan kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha mulai terasa di berbagai daerah. Pasar hewan makin ramai, pedagang sibuk melayani pembeli, sementara peternak menikmati meningkatnya permintaan sapi maupun kambing untuk kebutuhan kurban tahun ini.
Momentum ini bukan cuma menggerakkan transaksi jual beli ternak, tapi juga ikut menghidupkan roda ekonomi masyarakat.
Mulai dari jasa transportasi hewan, pakan ternak, hingga penjual perlengkapan kurban ikut merasakan dampaknya.
Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan hewan kurban juga membuat pemerintah dan petugas kesehatan hewan lebih aktif melakukan pemeriksaan untuk memastikan ternak yang dijual dalam kondisi sehat dan layak.
Dengan pasokan yang terjaga dan distribusi yang lancar, kebutuhan masyarakat saat Idul Adha diharapkan tetap aman tanpa lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan sebesar 80 persen ketersediaan hewan kurban di wilayahnya didatangkan dari luar daerah untuk mencukupi kuota kebutuhan kurban menjelang hari raya Idul Adha tahun ini.
"Walaupun perlu (mendatangkan) dari luar karena populasi (hewan kurban) di Bantul tidak begitu besar untuk mencukupinya," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, di Yogyakarta, Minggu (17/5).
Ia memperkirakan ada kenaikan kebutuhan hewan kurban tahun ini, namun angkanya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya yakni sekitar 16.000 ekor domba dan 6.000 ekor sapi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk (pengadaan) hewan kurban dari luar itu mungkin sekitar 80 sampai 85 persen baik," katanya.
Karena banyak hewan didatangkan dari luar daerah, lanjutnya, pengawasan terkait transportasi hewan ternak juga ditingkatkan.
Pengawasan salah satunya dilakukan dengan pengecekan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) ke setiap penjual hewan ternak.
"Karena kita khawatir nanti ternak yang dari luar itu banyak membawa bibit penyakit terutama yang zoonosis, yang bisa menular ke manusia atau hewan," kata Joko.
Ia menjelaskan, setiap hewan ternak dari luar daerah yang datang akan melalui proses pengecekan oleh petugas sebelum dipastikan sehat dan layak dengan ditandai terbitnya SKKH.
"Kalau sapi itu diambil dari Madura dan Bali, kalau domba bahkan bisa (diambil) dari Sumatera, Lampung," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
17 May 2026, 22:40 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!