Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Retribusi Wisata Cibodas Cianjur Kembali Berlaku, Tiket Masuk Rp7.000 Mulai 14 Mei 2026

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Retribusi Wisata Cibodas Cianjur Kembali Berlaku, Tiket Masuk Rp7.000 Mulai 14 Mei 2026 Doc: Antara
Ket. Pintu utama kawasan wisata Cibodas, Desa Cimacan, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.

Cianjur, Jawa Barat - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memberlakukan kembali tiket masuk atau retribusi ke kawasan wisata Cibodas sebesar Rp7.000 per orang mulai 14 Mei 2026 setelah dilakukan uji coba beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cianjur Yudha Azhar di Cianjur, Jabar, Jumat(15/5), mengatakan uji coba dilakukan pada Maret 2026 sekaligus sebagai bentuk sosialisasi setelah dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan berbagai kalangan termasuk DPRD Cianjur.

"Berdasarkan RDP terbaru retribusi kawasan wisata Cibodas mulai diterapkan, di mana hanya dikenakan per orang, untuk kendaraan tidak ditarik retribusi alias gratis, sedangkan petugas tiket langsung dari Disparbud Cianjur," katanya.

Pihaknya memastikan tidak ada penarikan tarif parkir di dalam kawasan wisata Cibodas, wisatawan atau pemilik kendaraan dapat melapor ketika mendapati oknum yang menarik biaya parkir atau biaya lainnya guna dilakukan penindakan.

Petugas tiket, tutur dia, tidak menggunakan pihak ketiga, namun langsung dari dinas, sehingga retribusi yang didapat setiap harinya langsung masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD), yang mana pihaknya ditargetkan sebesar Rp2,4 miliar.

Meski sejak jauh hari Pemkab Cianjur berencana menerapkan satu tiket termasuk ke obyek wisata yang ada di kawasan Cibodas, namun belum ada kesepakatan, sehingga penerapan tiket hanya berlaku untuk masuk kawasan wisata Cibodas tidak termasuk obyek wisata di dalamnya.

"Kami tetap menjalin komunikasi dengan harapan dapat diterapkan satu tiket termasuk ke berbagai obyek wisata yang ada di dalam kawasan Cibodas," katanya.

Bahkan, pihaknya tetap membuka komunikasi dengan berbagai pihak termasuk masyarakat sekitar khususnya pedagang yang merasa keberatan dengan kembali diterapkannya retribusi di pintu masuk kawasan wisata Cibodas.

Sementara, sebagian besar pedagang di kawasan tersebut, merasa khawatir tingkat kunjungan akan kembali menurun seiring diterapkannya retribusi di pintu masuk yang selama ini menjadi penyebab sepinya wisatawan, yang datang setiap hari dan akhir pekan.

"Kami berharap dengan diterapkannya retribusi angka kunjungan tetap tinggi, karena selama ini banyak pedagang gulung tikar karena sepinya wisatawan, sebagian besar dari mereka mengeluh banyaknya tiket yang harus dibayar," kata pedagang, Acep.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.