Italian Open: Ratu Tanah Liat Bangkit, Singkirkan Pegula, Swiatek Melaju ke Semifinal
📅 Kamis, 14 Mei 2026, 00:50 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraROMA - Iga Swiatek menunjukkan tanda paling jelas bahwa dirinya mulai kembali ke performa terbaik setelah mengalahkan Jessica Pegula dua set langsung 6-1, 6-2 untuk melaju ke semifinal Italian Open, Rabu (13/5) waktu setempat.
Bermain di lapangan utama Foro Italico, Roma, Swiatek hanya membutuhkan sedikit lebih dari satu jam untuk menyingkirkan unggulan kelima tersebut. Penampilan dominan itu menjadi salah satu performa terbaik petenis Polandia tersebut di lapangan tanah liat sejak terakhir kali menjuarai Prancis Open dua tahun lalu.
Kemenangan ini sekaligus mempertegas sinyal kebangkitan Swiatek setelah beberapa bulan terakhir tampil inkonsisten akibat masalah pribadi dan kondisi fisik yang kurang stabil.
Juara enam Grand Slam itu kini akan menghadapi pemenang duel antara unggulan kedua Elena Rybakina dan Elina Svitolina di semifinal. Sementara di partai final, potensi duel besar melawan juara bertahan Roland Garros, Coco Gauff, sudah menanti.
Roma selama ini memang menjadi salah satu tempat paling spesial bagi Swiatek. Ia sudah tiga kali menjadi juara di turnamen ini dan kembali memperlihatkan aura dominasi khasnya di atas tanah liat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah sempat kesulitan pada putaran kedua melawan Caty McNally, Swiatek justru tampil semakin brutal. Dalam tiga pertandingan terakhir, ia hanya kehilangan total tujuh gim, statistik yang menunjukkan betapa cepat ia menemukan kembali ritme terbaiknya.
Performa tersebut terasa penting karena Swiatek belum pernah lagi memenangi turnamen tanah liat sejak merebut gelar Roland Garros keempatnya. Dalam beberapa bulan terakhir, ia tampak kehilangan ketajaman mental dan agresivitas yang dulu membuatnya begitu dominan di WTA Tour.
Untuk mengatasi situasi itu, Swiatek bahkan menggandeng Francisco Roig, mantan pelatih legenda lapangan tanah liat Rafael Nadal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kehadiran Roig tampaknya mulai memberikan dampak positif. Swiatek terlihat lebih tenang, agresif, dan percaya diri dalam membangun poin, kombinasi yang dulu menjadikannya sosok paling ditakuti di lapangan tanah liat.
Musim 2026 sebenarnya dimulai cukup sulit bagi Swiatek. Ia hanya mencapai perempat final di Stuttgart pada awal April dan kemudian terpaksa mundur dari Madrid Open akibat infeksi virus.
Karena itu, performa impresif di Roma terasa lebih dari sekadar kemenangan biasa. Turnamen ini bisa menjadi titik balik yang menghidupkan kembali kepercayaan dirinya menjelang Roland Garros.
Dengan permainan yang mulai kembali solid, Swiatek kini kembali masuk daftar favorit juara di Paris. Jika mampu mempertahankan level performa seperti saat melawan Pegula, petenis berusia 24 tahun itu berpeluang besar merebut gelar keempat di Foro Italico sekaligus membangun momentum menuju Grand Slam Prancis Open.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!