Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Selamatkan Produksi Pangan, Padang Pariaman Kebut Pemulihan Sawah Rusak Terdampak Bencana

📅 Kamis, 14 Mei 2026, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Selamatkan Produksi Pangan, Padang Pariaman Kebut Pemulihan Sawah Rusak Terdampak Bencana Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Padang Pariaman.
Ket. Sejumlah petani di Padang Pariaman, Sumbar menanam padi di sawah.

PADANG – Pemulihan sawah terdampak bencana menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan produksi pertanian di daerah.

Kerusakan lahan akibat banjir, longsor, kekeringan, maupun bencana alam lainnya tidak hanya mengganggu musim tanam, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan petani dan pasokan pangan.

Karena itu, percepatan rehabilitasi irigasi, perbaikan struktur tanah, serta bantuan benih dan sarana produksi menjadi faktor krusial agar aktivitas pertanian dapat segera pulih.

Upaya pemulihan ini juga mencerminkan pentingnya mitigasi bencana di sektor pertanian agar risiko gagal panen dan tekanan terhadap harga pangan dapat diminimalkan.

Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menuntaskan perbaikan lahan sawah yang rusak ringan seluas 446 hektare akibat terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

‎“Untuk lahan sawah rusak ringan, seluruhnya telah tertangani 100 persen melalui bantuan optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian seluas 446 hektare," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis di Parik Malintang, Kamis (14/5).

Ia mengatakan percepatan rehabilitasi lahan sawah selain tindak lanjut dari kunjungan kerja Menteri Pertanian RI pada 14 April 2026 juga karena sawah merupakan salah satu tulang punggung perekonomian petani.

Saat itu, lanjutnya Menteri Pertanian memberikan target penyelesaian Oplah dalam waktu satu bulan, namun Padang Pariaman dapat menyelesaikan selama 23 hari dan langsung dilakukan penanaman serentak di Tanah Taban, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung pada Rabu, 13 Mei.

“Alhamdulillah, target yang diberikan Bapak Menteri selama satu bulan berhasil kita tuntaskan kurang dari satu bulan," katanya.

Ia menyampaikan luas lahan sawah di Padang Pariaman yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut mencapai 1.263,4 hektare. Dari luas lahan tersebut 446 hektare mengalami rusak ringan, rusak sedang 238,25 hektare.

"Sedangkan lahan rusak sedang seluas 238,25 hektare, yang baru dapat ditangani 198 hektare melalui bantuan APBN, sementara sisanya belum memenuhi persyaratan luas minimal hamparan," ujarnya.

Selain mengalami rusak sedang, kata dia sawah di Padang Pariaman juga mengalami rusak berat yang luasnya mencapai 450,7 hektare dan bahkan sekitar 100,5 hektare lainnya hilang akibat terbawa arus sungai.

Bupati mengatakan hingga saat ini lahan sawah kategori rusak berat dan lahan yang hilang akibat abrasi sungai belum mendapatkan alokasi bantuan rehabilitasi maupun penggantian lahan dari pemerintah pusat.

‎Hal serupa, lanjutnya juga terjadi pada lahan jagung yang mengalami kerusakan ringan 382,6 hektare, 71 hektare rusak sedang, 112 hektare rusak berat, serta 4,3 hektare lahan jagung hilang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

Menhub Instruksikan untuk Prioritaskan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.