Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kedokteran Regeneratif Tumbuhkan Organ Manusia di Laboratorium

📅 Rabu, 13 Mei 2026, 07:22 WIB | Oleh:

Kemajuan lain juga terlihat dalam teknologi bioprinting atau pencetakan organ biologis tiga dimensi. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan “mencetak” jaringan menggunakan bioink yang mengandung sel hidup. Dalam beberapa eksperimen laboratorium, peneliti berhasil mencetak jaringan ginjal dan nefron yang mampu melakukan proses penyaringan limbah sederhana.

Meskipun masih dalam tahap awal, bioprinting dipandang sebagai fondasi penting menuju produksi organ transplantasi secara massal di masa depan. Di bidang klinis, sejumlah terapi regeneratif mulai menunjukkan hasil nyata pada pasien.

Lembaran retina yang dibuat dari iPSC dilaporkan mampu mengembalikan persepsi cahaya pada penderita degenerasi makula. Penyakit tersebut merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada usia lanjut.

Peneliti juga telah melakukan transplantasi trakea dan kandung kemih hasil rekayasa laboratorium pada pasien manusia. Dalam beberapa kasus, organ buatan tersebut tetap berfungsi baik bertahun-tahun setelah operasi.

Pada penelitian lain, tambalan jaringan jantung yang dibuat dari sel hasil pemrograman ulang berhasil memperbaiki jaringan rusak akibat serangan jantung dalam model hewan. Tambalan tersebut bahkan mampu berdetak secara sinkron tanpa memicu penolakan imun yang signifikan.

Xenotransplantasi

Selain regenerasi organ manusia, ilmuwan juga mulai mengembangkan pendekatan xenotransplantasi, yaitu penggunaan organ hewan untuk manusia. Salah satu penelitian yang paling banyak mendapat perhatian adalah pengembangan chimera babi-­manusia.

Melalui rekayasa genetika, peneliti mencoba menciptakan organ babi yang lebih kompatibel dengan sistem imun manusia. Pendekatan ini dipandang berpotensi mengatasi krisis donor organ global yang hingga kini masih menjadi masalah besar di berbagai negara.

Meski perkembangan teknologi berjalan cepat, para ahli menilai masih ada sejumlah tantangan besar yang harus diselesaikan sebelum organ hasil laboratorium dapat digunakan secara luas. Salah satu tantangan utama adalah memastikan keamanan terapi sel punca.

Dalam beberapa kondisi, sel punca memiliki risiko berkembang secara tidak terkendali dan membentuk tumor. Karena itu, setiap terapi eksperimental harus melalui pengawasan ketat dan uji klinis jangka panjang.

Selain itu, kompatibilitas imun tetap menjadi perhatian penting. Meskipun penggunaaniPSC dari tubuh pasien dapat mengurangi risiko penolakan, para peneliti masih harus memastikan bahwa jaringan baru dapat berintegrasi sempurna dengan organ tubuh yang ada.

Persoalan lain adalah kompleksitas struktur organ manusia. Organ seperti hati, ginjal, dan jantung memiliki jaringan pembuluh darah, saraf, serta sistem biologis yang sangat rumit. Mereplikasi seluruh fungsi tersebut di laboratorium masih menjadi tantangan besar dalam ilmu kedokteran modern. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.