Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Bakteriofag, Virus Baik Mirip Antibiotik yang Melawan Infeksi Bakteri

📅 Sabtu, 24 Jun 2023, 13:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenal Bakteriofag, Virus Baik Mirip Antibiotik yang Melawan Infeksi Bakteri Doc: The Conversation/Wikimedia Commons
Ket. Bakteriofag di bawah pengamatan mikroskop.

Rizka Oktarianti Ainun Jariah, University of Leicester dan Mohamad S. Hakim, Universitas Gadjah Mada

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan resistensi antibiotik (antimicrobial resistance atau AMR) saat ini menjadi penyebab utama kematian di dunia, lebih tinggi dari HIV/AIDS atau malaria.

Pada 2019, misalnya, jumlah kematian global yang disebabkan oleh kasus AMR adalah 1,3 juta jiwa. Tidak heran jika beberapa pihak menyebut saat ini sebagai post-antibiotic era.

Pada 85 tahun silam, Alexander Fleming, profesor bakteriologi di St Mary's Hospital London menemukan antibiotik sebagai obat yang efektif untuk mengendalikan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Ini merupakan salah satu penemuan terbesar dalam sejarah medis dalam satu abad terakhir.

Namun, dalam perkembangannya penggunaan antibiotik yang berlebihan di bidang medis ataupun industri, dan penggunaan yang tidak sesuai regulasi mempercepat terjadinya resistensi bakteri.

Fenomena ini memaksa para ilmuwan mencari zat antimikrobial alternatif. Salah satu entitas yang menunjukkan potensi yang signifikan adalah bakteriofag.

Bakteriofag virus yang menginfeksi bakteri

Virus biasanya menginfeksi sistem tubuh manusia sehingga menyebabkan sakit seperti virus corona penyebab COVID-19. Virus corona menyerang sistem pernapasan.

Namun, jenis virus ini berbeda.

Bacteriophage (bakteriofag atau fag) adalah jenis virus yang secara spesifik menginfeksi bakteri dalam tubuh manusia dan lingkungan. Secara harfiah, bakteriofag artinya 'pemakan bakteri'.

Bakteriofag secara alami ada di dalam tubuh manusia dan lingkungan. Bahkan, bakteriofag adalah entitas biologi terbanyak di bumi. Jumlahnya sebanyak 1031 macam jenis di bumi.

Virus bakteri ini ditemukan oleh dua ilmuwan Prancis Frederik Twort dan Felix d'Herelle pada 1917. Kedua ilmuwan ini menemukan bahwa sebuah entitas yang mirip dengan virus memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Seperti antibiotik, bakteriofag bisa diproduksi dengan mudah di luar tubuh manusia.

Bakteriofag pernah menjadi metode penyembuhan infeksi bakteri patogen di negara-negara Barat pada masa Perang Dunia II. Namun, karena adanya penemuan antibiotik yang cenderung satu antibiotik menyelesaikan banyak infeksi bakteri (one kill for all), bakteriofag mulai ditinggalkan.

Cara kerja bakteriofag

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.