Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rousseff: Forum Perempuan Beijing Tentukan Arah Masa Depan Global

📅 Senin, 13 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Rousseff: Forum Perempuan Beijing Tentukan Arah Masa Depan Global Doc: istimewa
Ket. Dilma Rousseff, Presiden Bank Pembangunan Baru (New Development Bank/NDB)

Shanghai - Dilma Rousseff, Presiden Bank Pembangunan Baru (New Development Bank/NDB) menyatakan pertemuan Pemimpin Global tentang Perempuan yang akan digelar di Beijing bukan hanya peringatan akan masa lalu, tetapi juga peluang strategis untuk membentuk masa depan.

"Tiga puluh tahun setelah Konferensi Dunia tentang Perempuan Keempat (Fourth World Conference on Women) yang bersejarah, kita kembali ke Beijing dengan semangat baru untuk menggapai tujuan," kata Rousseff di Shanghai, Sabtu (11/10).

"Harapan saya adalah KTT ini tidak akan menjadi acara seremonial, melainkan momen katalisator, yang mengukuhkan komitmen masa lalu dan menetapkan prioritas baru yang konkret untuk generasi mendatang," tambahnya.

Rousseff menyerukan untuk beralih dari prinsip ke kekuatan, dari janji ke kebijakan.

"Ini saatnya mengatasi hambatan yang masih membatasi kehidupan perempuan dan menciptakan sistem yang mengakui perempuan bukan sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai agen perubahan," imbuhnya.

"Di dunia yang sedang menghadapi berbagai krisis, perempuan bukanlah masalah yang perlu diselesaikan, mereka adalah solusi yang harus kita dukung," tegas Rousseff.

"Pertemuan Pemimpin Global tentang Perempuan harus mencerminkan kebenaran itu, tidak hanya dalam deklarasinya, tetapi juga dalam tindakan yang diinspirasikannya. Sejarah sekali lagi memanggil kita, dan kita harus menjawabnya dengan keberanian, kejelasan, dan kehendak kolektif."

Rousseff menggambarkan Konferensi Dunia tentang Perempuan Keempat yang diadakan di Beijing pada 1995 sebagai "momen bersejarah dalam perjuangan bersama kita untuk kesetaraan gender," yang menghasilkan Deklarasi Beijing dan Landasan Aksi (Platform for Action), komitmen global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk hak-hak perempuan.

"Konferensi ini mengubah perdebatan global dan menyediakan kerangka kerja komprehensif untuk aksi di 12 bidang krusial, termasuk kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kekerasan, partisipasi politik, dan lingkungan. Tiga puluh tahun kemudian, warisannya tidak hanya relevan tetapi juga esensial. Platform ini bukan sekadar dokumen historis, ini adalah peta jalan yang hidup," kata Rousseff.

Meskipun terus menghadapi tantangan, Rousseff mengatakan perempuan tidak menunggu perubahan tetapi memimpinnya.

Memimpin Perubahan

Sebagai presiden perempuan pertama NDB, Rousseff mengatakan bank tersebut telah mendukung proyek-proyek yang meningkatkan akses perempuan ke air bersih, energi, transportasi, dan perumahan, terutama di komunitas pedesaan dan yang kurang terlayani.


"Di mana kita berinvestasi, dan kepada siapa kita berinvestasi, membentuk masa depan," kata Rousseff. "Jika kita ingin mewujudkan tujuan Deklarasi Beijing dan Landasan Aksi serta Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, lembaga keuangan harus menyelaraskan pekerjaan mereka dengan realitas hidup perempuan. NDB memiliki potensi untuk memimpin perubahan ini, tidak hanya dengan mendanai proyek, tetapi dengan mengubah logika pembangunan itu sendiri," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

55 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.