Dominasi Inter Milan Ditantang Keberanian Lazio
📅 Rabu, 13 Mei 2026, 06:45 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraROMA - Lazio dan Inter Milan akan kembali berhadapan di Stadion Olimpico dalam laga final Coppa Italia, Kamis (14/5) dini hari WIB. Laga tersebut menghadirkan dua kepentingan berbeda. Bagi Inter, laga ini adalah kesempatan menyempurnakan musim dengan dua gelar domestik. Sementara itu bagi Lazio, partai puncak menjadi jalan terakhir menyelamatkan musim yang nyaris berakhir tanpa arah.
Hanya beberapa hari setelah bentrok di Serie A, kedua tim kembali dipertemukan dalam pertandingan yang jauh lebih menentukan. Akhir pekan lalu, Inter tampil dominan dan menang 3-0 di tempat yang sama. Lazio bahkan harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain setelah kartu merah pada babak kedua membuat permainan mereka runtuh total.
Namun final tidak pernah sepenuhnya tunduk pada statistik. Di tengah tekanan, atmosfer Olimpico, dan tuntutan satu pertandingan hidup-mati, Lazio mencoba mencari celah untuk membalikkan semua prediksi.
Inter datang ke Roma dengan status penguasa Italia. Gelar Serie A ke-21 sudah mereka amankan sebelum musim berakhir. Konsistensi menjadi kekuatan utama tim asuhan Cristian Chivu sepanjang musim ini. Mereka bukan hanya kuat dalam menyerang, tetapi juga matang dalam mengendalikan pertandingan.
Chivu kini berada di ambang sejarah. Sosok yang dulu menjadi bagian skuad treble winners era Jose Mourinho itu berpeluang mempersembahkan Coppa Italia sekaligus menghadirkan double winners pertama Inter dalam lebih dari satu dekade.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami bekerja keras untuk mencapai titik ini. Inter harus bermain dengan mental juara dan tidak kehilangan fokus hanya karena kami sudah memenangkan liga,” ujar Chivu.
Perjalanan Nerazzurri menuju final memperlihatkan mentalitas tersebut. Setelah menyingkirkan Venezia dan Torino, Inter melewati hadangan Como dalam semifinal dramatis dengan kemenangan agregat 3-2. Ketajaman lini depan menjadi pembeda utama. Dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, Inter selalu mampu mencetak sedikitnya dua gol.
Ketergantungan lawan pada Lautaro Martinez dan Marcus Thuram untuk dihentikan juga memperlihatkan betapa menakutkannya serangan Inter musim ini. Lautaro memimpin daftar pencetak gol Serie A, sedangkan Thuram sedang menikmati periode terbaiknya setelah mencetak enam gol dalam enam pertandingan terakhir liga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dominasi Inter atas Lazio juga tidak bisa diabaikan. Tiga kunjungan terakhir mereka ke Roma berakhir dengan kemenangan dan agregat mencolok 11-0. Statistik itu memperlihatkan jurang konsistensi yang kini memisahkan kedua tim.
Namun Lazio menolak menyerah sebelum pertandingan dimulai. Klub ibu kota Italia itu memiliki sejarah kuat di Coppa Italia dan justru menunjukkan karakter terbaik mereka di kompetisi ini. Tim asuhan Maurizio Sarri menyingkirkan AC Milan, Bologna, dan Atalanta dalam perjalanan menuju final.
“Final tidak membutuhkan kenangan dari pertandingan sebelumnya. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memainkan laga sempurna,” ujar Sarri.
Ucapan Sarri mencerminkan kondisi Lazio saat ini. Mereka sadar kualitas Inter berada di atas mereka, tetapi juga memahami bahwa final adalah ruang bagi kejutan. Setelah gagal bersaing di papan atas Serie A, Coppa Italia menjadi satu-satunya kesempatan untuk mengamankan tiket Eropa sekaligus menjaga martabat klub.
Performa Lazio sebenarnya membaik dalam beberapa bulan terakhir. Sebelum dihancurkan Inter akhir pekan lalu, mereka hanya sekali kalah dalam 10 pertandingan. Akan tetapi, masalah terbesar tetap ada di lini depan. Sejak kepergian Taty Castellanos pada Januari, Sarri belum menemukan formula ideal di sektor serang.
Kondisi Tim
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!