Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dunia Terancam Kebakaran Hutan Terburuk akibat El Nino dan Perubahan Iklim

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 12:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dunia Terancam Kebakaran Hutan Terburuk akibat El Nino dan Perubahan Iklim Doc: Antara
Ket. Kebakaran hutan

PARIS – Dunia berpotensi menghadapi tahun dengan kebakaran hutan yang “sangat parah”, dipicu oleh perubahan iklim dan kemungkinan munculnya fenomena cuaca El Nino yang kuat, setelah awal tahun 2026 mencatat rekor kebakaran, para peneliti memperingatkan pada Selasa (12/5).

“Tahun ini musim kebakaran global dimulai dengan sangat cepat,” kata Theodore Keeping, peneliti dari Imperial College London.

Luas wilayah yang terbakar akibat kebakaran hutan sejauh ini tercatat 50 persen lebih tinggi dibanding rata-rata pada periode yang sama, ujar Keeping dalam konferensi pers.

Padahal, fenomena El Nino bahkan belum sepenuhnya terbentuk.

El Nino merupakan fase hangat dari siklus alami suhu laut dan angin pasat di Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca global serta meningkatkan kemungkinan kekeringan, hujan ekstrem, dan berbagai cuaca ekstrem lainnya.

Fenomena ini juga menambah panas pada bumi yang sebelumnya sudah mengalami pemanasan akibat pembakaran bahan bakar fosil. El Nino terakhir turut menyebabkan tahun 2023 dan 2024 menjadi dua tahun terpanas dalam sejarah pencatatan.

Beberapa lembaga cuaca memperkirakan fenomena El Nino kali ini akan lebih kuat dan bahkan berpotensi menyamai “super” El Nino yang terjadi tiga dekade lalu.

“Kemungkinan terjadinya kebakaran ekstrem berbahaya bisa menjadi yang tertinggi dalam sejarah modern jika El Nino kuat benar-benar terbentuk,” kata Keeping, yang juga tergabung dalam jaringan ilmuwan iklim World Weather Attribution.

Data dari Global Wildfire Information System (GWIS) menunjukkan kebakaran hutan telah melalap area lebih dari 163 juta hektare sejak Januari hingga pekan pertama Mei 2026.

Menurut Keeping, total area yang terbakar sekitar 20 persen lebih tinggi dibanding rekor sebelumnya sejak pemantauan global dimulai pada 2012.

Rekor kebakaran tercatat di sejumlah negara Afrika Barat dan kawasan Sahel, termasuk Sudan dan Sudan Selatan.

Sementara itu, luas kebakaran hutan di Asia sejauh ini hampir 40 persen lebih besar dibanding rekor sebelumnya pada 2014.

Amerika Serikat dan Australia juga mengalami kebakaran hutan dalam area yang tidak biasa sepanjang 2026.

Salah satu pendiri WWA sekaligus profesor ilmu iklim di Imperial College London, Friederike Otto, memperingatkan bahwa kombinasi perubahan iklim dan El Nino berisiko menimbulkan “cuaca ekstrem yang belum pernah terjadi sebelumnya” pada 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
DJP: Kebijakan Pajak Lokapa...

Lima Abad, Lima Hari

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lima Abad, Lima Hari
Daerah
Penambang Ilegal Terus Meng...
Daerah
Tuntas Pengatasan Pohon Tum...
Megapolitan
Jakarta Mencari Dana Pembia...

Cermati Cara Bengkulu Menarik Para Penanam Modal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Cermati Cara Bengkulu Menar...

Strategi Pembiayaan Pembangunan Harus Terus Diperkuat  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Strategi Pembiayaan Pembang...
Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

Presiden dan Wapres Tiba di Lokasi Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.