Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Manfaatkan Permainan Fisik untuk Mengurangi Gawai Anak

📅 Senin, 11 Mei 2026, 03:00 WIB | Oleh:
Manfaatkan Permainan Fisik untuk Mengurangi Gawai Anak Doc: ist
Ket. perlu mainan fisik

JAKARTA – Berbagai cara mesti ditemukan untuk mengurangi anak memelototi gawai. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai bahwa permainan fisik seperti egrang dapat menjadi tombol jeda yang membantu anak menjaga keseimbangan emosional, interaksi sosial, dan kesehatan mental.

“Permainan egrang bisa menjadi satu tombol pause, tombol jeda dari intensitas yang begitu tinggi masuknya kita ke ruang digital. Permainan fisik seperti ini memberikan banyak pelajaran tentang keseimbangan, kerja sama, dan gotong royong,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima dan dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Permainan tradisional egrang juga dinilai relevan di tengah instensitas aktivitas anak-anak yang saat ini lekat dengan ruang digital.

Pasalnya, ia melihat bahwa perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak.

Saat ini, penetrasi internet Indonesia telah mencapai 80,26 persen populasi, dengan sekitar 230 juta masyarakat terkoneksi internet dan jaringan telekomunikasi menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni.

Di balik capaian tersebut, Wamen Nezar Patria mengingatkan arti penting menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan interaksi sosial di dunia nyata.

“Saat ini kita tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi hidup di dalamnya. Ada banyak permainan anak yang mulai tergusur oleh ruang digital. Egrang menjadi salah satu yang tetap bertahan karena dijaga bersama oleh komunitas,” katanya.

Ia menilai pelindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya melalui regulasi platform digital, tetapi juga membutuhkan lingkungan sosial yang sehat di dunia nyata.

“Bermain egrang bukan sekadar permainan tradisional. Anak-anak kembali berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, belajar menjaga keseimbangan, belajar bekerja sama, dan membangun keberanian melalui pengalaman nyata,” tuturnya.

Ia juga menyoroti nilai karakter yang lahir dari permainan tradisional. Dalam permainan egrang, anak-anak belajar bangkit ketika jatuh dan saling memberi semangat, bukan saling mengejek.

Nezar pun berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial.

“Saya percaya setiap anak Indonesia bisa menjadi tunas yang tumbuh sehat, baik di dunia nyata maupun di dunia digital, untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat dan lebih hebat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, semangat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS harus berjalan beriringan dengan penguatan keluarga dan komunitas.

Kementerian Komdigi mengapresiasi Festival Egrang Ledokombo sebagai ruang budaya dan sosial yang membantu anak-anak tumbuh sehat di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.