KKI Warsi Ungkap Potensi Jambi, Calon Role Model Perdagangan Karbon Indonesia
📅 Senin, 11 Mei 2026, 18:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKegiatan tersebut di hadiri oleh perwakilan lima desa, terdiri dari pemerintah desa, badan pemusyawaratan desa (BPD), pengurus LPHD, dan kelompok perempuan dari Desa Lubuk Beringin, Laman Panjang, Dusun Buat, Senamat Ulu, dan Sungai Telang.
Diskusi interaktif ini menjadi ruang sosialisasi mengenai tata cara perdagangan karbon melalui skema penyeimbangan (offset) emisi gas rumah kaca (GRK) sektor kehutanan.
Bagi masyarakat lima desa tersebut, perdagangan karbon bukan hal baru. Namun, setelah ada regulasi baru membuat masyarakat perlu menyesuaikan berbagai syarat dan mekanisme yang harus dipenuhi agar kegiatan berjalan sesuai aturan pemerintah.
Kelala desa (Datuk) Rio Lubuk Beringin Al Jufri, menyampaikan apresiasi terhadap proses pendampingan yang dilakukan KKI Warsi kepada masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, bagi masyarakat di bentang alam Bujang Raba, perdagangan karbon bukan hanya tentang nilai ekonomi dari karbon yang tersimpan di hutan.
Lebih jauh, skema itu menjadi peluang untuk memperkuat perlindungan hutan yang selama ini telah dijaga masyarakat secara turun-temurun.
Melalui pengelolaan yang adil dan berbasis komunitas, masyarakat berharap hutan tetap lestari, sumber air tetap terjaga, dan generasi mendatang masih dapat hidup berdampingan dengan hutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kabar gembira ini menjadi ajakan bagi kita semua untuk mempelajari isi Permenhut agar tahu apa yang perlu kita siapkan. Kami berharap seluruh Rio tetap berkomitmen dan nantinya dapat menyusun peraturan bersama karena wilayah ini saling terhubung," kata Al Jufri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!