Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jobstreet dan Jobsdb Luncurkan Pencarian Kerja Berbasis AI, Janjikan Rekomendasi Lebih Relevan

📅 Senin, 11 Mei 2026, 13:50 WIB | Oleh:
Jobstreet dan Jobsdb Luncurkan Pencarian Kerja Berbasis AI, Janjikan Rekomendasi Lebih Relevan Doc: Istimewa
Ket. SEEK, perusahaan induk Jobstreet dan Jobsdb, meluncurkan kampanye pemasaran terpadu atau Integrated Marketing Communications (IMC) yang menyoroti pentingnya relevansi dalam proses pencarian kerja di enam negara Asia, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Thailand, dan Filipina.

JAKARTA - SEEK, perusahaan induk Jobstreet dan Jobsdb, meluncurkan kampanye pemasaran terpadu atau Integrated Marketing Communications (IMC) yang menyoroti pentingnya relevansi dalam proses pencarian kerja di enam negara Asia, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Thailand, dan Filipina. Kampanye ini menekankan bahwa pencari kerja saat ini tidak lagi sekadar membutuhkan banyak lowongan, tetapi peluang kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, keterampilan, dan aspirasi karier mereka.

SEEK menilai relevansi menjadi isu penting di tengah perubahan pasar tenaga kerja di kawasan Asia. Perusahaan ingin memastikan pencari kerja dapat menemukan posisi yang tepat, sementara perusahaan juga lebih mudah menemukan kandidat yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka.

Berdasarkan riset Workplace Happiness Index milik Jobstreet, sebanyak 82 persen pekerja di Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Asia dibandingkan sejumlah negara lain seperti Singapura dan Hong Kong yang mencatat tingkat kebahagiaan kerja lebih rendah.

Meski begitu, tantangan ketenagakerjaan di Indonesia masih cukup besar. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2025 berada di angka 4,85 persen atau setara sekitar 7,46 juta orang yang masih belum bekerja.

Pada periode yang sama, proporsi pekerja formal juga mengalami kenaikan dari 42,05 persen menjadi 42,20 persen. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya pergeseran positif menuju pekerjaan yang lebih terlindungi dan berkelanjutan.

Chief Marketing Officer APAC SEEK, Maryanne Tsiatsias, mengatakan pihaknya memahami bahwa pencari kerja di Asia kini lebih selektif dalam mencari pekerjaan. Mereka dinilai lebih mengutamakan peluang yang sesuai dibandingkan sekadar jumlah lowongan yang tersedia.

"Ketika berbicara tentang mencari pekerjaan, kami tahu betapa pentingnya bagi orang-orang di seluruh Asia untuk menemukan peluang karier yang benar-benar tepat bagi mereka. Semua yang kami lakukan bertujuan untuk mewujudkan hal tersebut," ujar Maryanne dalam keterangannya.

Ia menjelaskan kampanye tersebut didukung teknologi pencocokan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) milik SEEK. Teknologi itu digunakan untuk menganalisis keterampilan, pengalaman, preferensi, hingga perilaku pengguna agar rekomendasi pekerjaan menjadi lebih relevan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Melalui fitur rekomendasi personal dan indikator seperti Strong Applicant Badge, pencari kerja dapat lebih cepat mengetahui lowongan yang paling sesuai dengan profil mereka. Di sisi lain, perusahaan juga lebih mudah menemukan kandidat potensial mulai dari level pemula hingga posisi senior.

SEEK menegaskan Jobstreet dan Jobsdb kini tidak hanya berfungsi sebagai platform lowongan kerja konvensional. Kedua platform tersebut diklaim telah berkembang menjadi mitra karier yang memahami kebutuhan pengguna, mulai dari lokasi kerja, besaran gaji, budaya perusahaan, fleksibilitas, hingga peluang pengembangan diri.

"Para pencari kerja tidak hanya menginginkan lebih banyak pilihan, mereka menginginkan pilihan yang tepat. Melalui kampanye ini, kami menegaskan bahwa Jobstreet dan Jobsdb adalah tempat terbaik untuk menemukan kesempatan yang benar-benar sesuai," kata Maryanne.

Kampanye ini dikembangkan bersama Accenture Song dengan adaptasi dari konsep kreatif SEEK bertajuk Better Matches yang sebelumnya sukses di Australia dan Selandia Baru. Di kawasan Asia, konsep tersebut dikemas menggunakan karakter yang dekat dengan budaya lokal seperti putri duyung dan Raja Kera agar lebih relevan dengan masyarakat di masing-masing negara.

Iklan utama kampanye ini disutradarai oleh sutradara asal Thailand Suthon Petchsuwan yang pernah meraih penghargaan Cannes Silver Lion. Produksi video dilakukan oleh MUMs Films.

Kampanye relevansi Jobstreet dan Jobsdb akan dijalankan melalui berbagai kanal komunikasi, mulai dari media luar ruang, video digital, radio, media sosial, hingga kanal internal perusahaan di enam negara Asia. Di Indonesia, pencari kerja dapat mulai mencari peluang karier melalui platform resmi Jobstreet by SEEK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Pengalaman Zverev Diuji Keb...
Rona
Polaroid Luncurkan Kamera A...

Hindari Kawasan GBK, Ada Konser Exo, Lalu Lintas Dialihkan

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hindari Kawasan GBK, Ada Ko...

Waduh, Ayam Jantan Malu Berkokok, Keok dari Pantai Gading

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Waduh, Ayam Jantan Malu Ber...
Olahraga
Seixas Siap Ganggu Dominasi...
PROFIL BINTANG

Alphonso Davies

53 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Alphonso Davies
Olahraga
Ferrari Siap Akhiri Laju Ke...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.