Drainase Sekolah Rakyat Cilacap Diperketat, Menteri PU: Jangan Sampai Rusak Lingkungan
📅 Senin, 11 Mei 2026, 07:54 WIB | Oleh: Tim RedaksiCILACAP – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperketat penanganan drainase di proyek Sekolah Rakyat Cilacap, Majenang, agar aliran air tidak merusak lingkungan sekitar maupun menghambat konstruksi. Penegasan itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau progres pembangunan, Minggu (10/5).
Menteri Dody menekankan, sistem aliran air harus dikelola dengan baik sejak tahap konstruksi. “Pastikan teknik penanganan aliran airnya berjalan baik. Jangan sampai drainase di area sekolah terganggu dan berdampak pada pekerjaan konstruksi,” ujarnya di lokasi.
Tantangan: Tanah Jenuh Air & Limpasan Balai Pembibitan
Lokasi Sekolah Rakyat Cilacap berada di kawasan dengan tingkat kejenuhan air tanah tinggi, terutama saat hujan. Tantangan bertambah karena ada aliran limpasan dari dua balai pembibitan di sekitar proyek, yakni balai pembibitan ikan dan balai pembibitan pertanian.
Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah sekaligus Koordinator Satgas Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, Nanda Lasro Elisabet Sirait, mengakui aliran air tersebut sempat memengaruhi area kerja.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Namun kami sudah berkoordinasi dengan balai pembibitan serta pemerintah daerah untuk memastikan aliran air dapat dialihkan ke saluran di depan lokasi proyek tanpa mengganggu irigasi yang ada,” kata Nanda.
Solusi Teknis: Subdrain, U-Ditch, hingga Pompa Submersible
Untuk mempercepat pelepasan air dari lapisan tanah, Balai Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan (BTBGPL) merekomendasikan pembangunan subdrain sepanjang 100 meter. “Material untuk pekerjaan subdrain sudah kami pesan dan diharapkan segera tiba agar pemasangan dapat langsung dilakukan di lapangan,” ujar Nanda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan Kuswara menambahkan, penanganan drainase juga dilakukan lewat saluran sementara berupa galian sejajar area proyek. Di sisi utara akan dipasang saluran U-Ditch yang diarahkan ke sisi barat.
“Untuk mempercepat pelepasan air yang terperangkap di permukaan tanah dan menjaga kelancaran pekerjaan konstruksi, kami juga memasang pompa submersible aktif di sejumlah titik area proyek,” jelas Kuswara.
Jaga Lingkungan, Kebut Konstruksi
Kementerian PU menegaskan, penanganan drainase bukan hanya untuk mempercepat pembangunan, tetapi juga mencegah kerusakan lingkungan akibat genangan atau limpasan tak terkendali. Pekerjaan konstruksi paralel terus dikebut agar Sekolah Rakyat Cilacap rampung sesuai rencana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!