BSF Dinilai Punya Risiko Moral Hazard Pasar
📅 Senin, 11 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh: Eko SRisiko lainnya adalah ketergantungan pasar terhadap intervensi pemerintah.
Jika hal ini terjadi, pasar berpotensi bereaksi negatif ketika dukungan dikurangi, sehingga strategi keluar (exit strategy) perlu disiapkan sejak awal.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengaktifkan kembali BSF untuk menjaga stabilitas pasar surat utang dan mencegah gejolak akibat aksi investor asing.
Dana tersebut akan digunakan untuk membeli kembali (buyback) Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder guna menjaga stabilitas yield serta menghindari kerugian modal (capital loss) bagi investor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Purbaya juga menyebut BSF dapat melibatkan berbagai lembaga di bawah Kementerian Keuangan, termasuk special mission vehicle (SMV), sebagai bagian dari mekanisme stabilisasi pasar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!