Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BSF Dinilai Punya Risiko Moral Hazard Pasar

📅 Senin, 11 Mei 2026, 01:00 WIB | Oleh:
BSF Dinilai Punya Risiko Moral Hazard Pasar Doc: istimewa

Kebijakan Fiskal

JAKARTA – Pemerintah diingatkan agar berhati-hati dalam rencana pengaktifan kembali bond stabilization fund (BSF), karena dinilai mengandung sejumlah risiko seperti moral hazard, distorsi harga, hingga ketergantungan pasar.

“Saya melihat BSF ini efektif sebagai alat stabilisasi jangka pendek, tetapi tidak bisa dijadikan solusi permanen.

Yang juga perlu diperhatikan adalah risikonya,” kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet di Jakarta.

Seperti dikutip dari Antara, Yusuf menjelaskan, risiko pertama adalah moral hazard, yakni ketika investor mengantisipasi adanya intervensi pemerintah sehingga terdorong mengambil risiko lebih besar.

Dalam situasi tersebut, pelaku pasar dapat masuk saat imbal hasil (yield) tinggi dan keluar ketika pasar stabil, sehingga negara berpotensi menjadi penyangga perilaku spekulatif.

Risiko kedua adalah distorsi harga.

Menurutnya, pasar obligasi seharusnya mencerminkan penilaian risiko secara alami melalui pergerakan yield.

“Dalam jangka pendek mungkin terlihat tenang, tetapi pasar kehilangan fungsi price discovery-nya,” ujarnya.

Risiko ketiga adalah tekanan fiskal.

Ia menilai intervensi yang terlalu agresif dapat menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meskipun tujuannya menjaga stabilitas pasar.

Selain itu, Yusuf menyoroti potensi kaburnya batas antara kebijakan fiskal dan moneter.

Ia menilai koordinasi yang tidak jelas dapat memunculkan persepsi dominasi fiskal yang justru meningkatkan premi risiko pasar.

“Kalau koordinasinya tidak jelas, pasar bisa mulai membaca adanya dominasi fiskal terhadap kebijakan moneter, dan itu justru bisa menaikkan premi risiko,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.