1.386 Desa Nelayan Ditargetkan Rampung Desember 2026
📅 Senin, 11 Mei 2026, 03:07 WIB | Oleh: Tim PenulisPulau Miangas merupakan wilayah paling terluar di utara Indonesia yang berbatasan dengan Filipina.
Teddy menjelaskan setelah diskusi dengan tenaga kesehatan dan mencatat berbagai kebutuhan mereka, Presiden kemudian memutuskan bahwa renovasi segera akan dilakukan terhadap fasilitas layanan kesehatan yang puluhan tahun belum diperbaiki tersebut.
“Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan mobil ambulans, menambah dokter dan tenaga perawat, serta memberikan dukungan tunjangan profesi bagi tenaga kesehatan yang bertugas di sana,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang turut mendampingi Bapak Presiden juga langsung mendapat arahan untuk segera mengecek dan memastikan pelaksanaannya berjalan cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Puskesmas Miangas merupakan fasilitas kesehatan utama yang melayani seluruh masyarakat di wilayah kepulauan itu, sehingga seluruh kebutuhannya harus segera direalisasikan secepat mungkin.
Dalam kunjungan itu Presiden juga sempat menyapa seorang ibu hamil yang tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas tersebut.
Kepala Puskesmas Miangas, dr. Cefrilia Pesik mengatakan kunjungan Presiden Prabowo menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk menyampaikan langsung kondisi dan kebutuhan pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan RI itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ada beberapa juga yang sudah didengar oleh Bapak Presiden, mencakup dengan keadaan Puskesmas dan apa-apa yang dibutuhkan di Puskesmas kami. Mudah-mudahan Bapak Presiden dan juga Bapak Menteri Kesehatan dapat memenuhi permintaan dari kebutuhan kami di Puskesmas Miangas,” ujar dr. Cefrilia.
Sementara itu, salah seorang perawat yang aktif bertugas selama 35 tahun di Pulau Miangas, Albert Nusa menjelaskan pelayanan kesehatan di wilayah terluar itu berjalan dengan baik.
Namun, menurutnya, masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi terutama terkait keterbatasan tenaga kesehatan dan proses rujukan pasien darurat. “Jika ada pasien darurat, kami harus tangani di tempat. Jika itu harus memerlukan tindakan rumah sakit, nah itu tentu memerlukan fasilitas. Jika itu kapal satu minggu sekali, maka kendala yang kami hadapi adalah kegawatdaruratan,” ujarnya.
Selain itu, Albert juga menyampaikan kebutuhan fasilitas pendukung pelayanan kesehatan, mulai dari ambulans untuk rujukan pasien hingga penyimpanan vaksin. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!