Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meta Hapus Enkripsi Instagram DM, Isi Pesan Pengguna Kini Bisa Diakses Perusahaan

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 18:00 WIB | Oleh:
Meta Hapus Enkripsi Instagram DM, Isi Pesan Pengguna Kini Bisa Diakses Perusahaan Doc: MacRumors
Ket. Meta dikabarkan menghapus fitur enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption/E2EE) pada layanan pesan langsung atau direct message (DM) Instagram. Kebijakan ini memicu kekhawatiran baru terkait privasi pengguna karena isi pesan kini berpotensi diakses perusahaan dan dapat dibagikan kepada aparat penegak hukum di berbagai negara.

JAKARTA - Meta dikabarkan menghapus fitur enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption/E2EE) pada layanan pesan langsung atau direct message (DM) Instagram. Kebijakan ini memicu kekhawatiran baru terkait privasi pengguna karena isi pesan kini berpotensi diakses perusahaan dan dapat dibagikan kepada aparat penegak hukum di berbagai negara.

Fitur enkripsi sebenarnya telah tersedia sebagai opsi di Instagram sejak 2023. Namun, fitur tersebut tidak pernah diaktifkan secara default dan pengguna harus menyalakannya secara manual di setiap percakapan melalui pengaturan yang dinilai sulit ditemukan.

Meta juga tidak meluncurkan fitur tersebut secara merata kepada seluruh pengguna Instagram. Akibatnya, tingkat penggunaan fitur keamanan tersebut dinilai sangat rendah.

"Sangat sedikit orang yang memilih untuk menggunakan pesan terenkripsi ujung-ke-ujung di DM, jadi kami akan menghapus opsi ini dari Instagram dalam beberapa bulan mendatang," kata Meta dalam pernyataannya.

Perusahaan menyarankan pengguna yang tetap ingin menggunakan layanan pesan terenkripsi untuk beralih ke WhatsApp, yang juga dimiliki Meta. Selain itu, aplikasi lain seperti Signal serta iMessage juga masih menyediakan sistem enkripsi end-to-end.

Langkah Meta ini muncul di tengah tekanan dari aparat penegak hukum serta kelompok perlindungan anak yang selama ini meminta perusahaan teknologi membatasi fitur enkripsi. Mereka berpendapat enkripsi dapat menyulitkan investigasi terhadap kejahatan digital.

Di sisi lain, penghapusan fitur tersebut juga dinilai dapat memberikan keuntungan bisnis bagi Meta. Sejumlah pengamat menilai perusahaan berpotensi memanfaatkan isi pesan untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan maupun optimalisasi layanan iklan digital di masa depan.

Meta menyatakan saat ini isi pesan pribadi belum digunakan untuk iklan bertarget. Meski demikian, perusahaan menyebut data percakapan masih dapat digunakan untuk tujuan "peningkatan produk."

Keputusan ini juga muncul hanya 11 hari sebelum penerapan Undang-Undang Take It Down Act di Amerika Serikat. Regulasi tersebut mewajibkan platform digital menghapus konten intim tanpa persetujuan, termasuk deepfake, dalam waktu 48 jam setelah laporan diterima.

Tanpa akses terhadap isi pesan terenkripsi, Meta dinilai akan kesulitan mematuhi aturan tersebut. Hal ini disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan menghapus opsi E2EE di Instagram.

Meta sebelumnya juga mulai memanfaatkan percakapan AI generatif pribadi untuk mempersonalisasi konten dan rekomendasi iklan di platform seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger.

Meski begitu, hingga kini WhatsApp dan Messenger masih mempertahankan fitur enkripsi ujung-ke-ujung secara default bagi penggunanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

PSG Incar Celah Pertahanan Barcelona

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
PSG Incar Celah Pertahanan ...

Lumayan, Transportasi Jakarta Terbaik Nomor 15

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Lumayan, Transportasi Jakar...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.