Perang Masa Depan Sudah di Depan Mata, Chappy Hakim: Drone dan AI Jadi Senjata Utama
📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 08:07 WIB | Oleh: Tim RedaksiFounder and Chairman Jababeka Group sekaligus founder President University dan President Club, SD Darmono, menilai buku ini penting bagi militer, akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas. “Buku ini membuka wawasan bahwa konflik modern tidak lagi hanya ditentukan negara besar. Iran menunjukkan pertahanan udara yang kuat dan drone berbiaya rendah mampu menghadapi sistem senjata modern yang jauh lebih mahal,” ucapnya.
Executive Director President Club Prof. Chandra Setiawan menambahkan, National Air Power hadir di momentum tepat. “Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penguasaan wilayah udara bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis,” katanya.
Chappy berharap bukunya memperkaya literasi kedirgantaraan di Indonesia. “Dengan pengalaman dan sedikit pengetahuan yang saya punya, semoga buku ini turut mencerahkan kehidupan manusia,” tutupnya.
Acara turut dihadiri Hadi Tjahjanto, Panglima TNI 2017–2021 dan KSAU 2017-2018; Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden Prof. Budi Susilo Soepandji; serta kalangan akademisi, praktisi pertahanan, dan diplomat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun President Club merupakan klub bagi pengusaha, akademisi, dan pemerintah sebagai jembatan pengusaha asing maupun lokal dalam hal investasi atau networking.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!