Pentagon Rilis Dokumen Penampakan UFO Terbaru yang Belum Pernah Dilihat Sebelumnya
📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 10:11 WIB | Oleh: Lili LestariWASHINGTON – Pentagon, pada tanggal 8 Mei 2026, merilis dokumen Departemen Pertahanan yang merinci sejumlah penampakan objek terbang tak dikenal di sejumlah wilayah.
Pengungkapan tersebut diperintahkan oleh Presiden Donald Trump dan disoroti oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebagai contoh transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dokumen-dokumen tersebut menandai rilis berkas pemerintah yang terkait dengan "kehidupan alien dan ekstraterestrial, Fenomena Udara Tak Dikenal (UAP)" dan UFO.
"Berkas-berkas ini, yang disembunyikan di balik klasifikasi, telah lama memicu spekulasi yang beralasan — dan sudah saatnya rakyat Amerika melihatnya sendiri. Rilis dokumen yang telah dideklasifikasi ini menunjukkan komitmen sungguh-sungguh Pemerintahan Trump terhadap transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Menhan AS Pete Hegseth dalam sebuah pernyataan yang dikutip Associated Press.
Beberapa bulan lalu, Trump kembali menarik perhatian pada topik tersebut dengan mengisyaratkan akan merilis sejumlah besar dokumen UFO, meskipun Pentagon telah berupaya mendeklasifikasi dokumen-dokumen tersebut selama bertahun-tahun.
“Sementara pemerintahan sebelumnya gagal bersikap transparan dalam hal ini, dengan dokumen dan video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri, 'APA YANG SEBENARNYA TERJADI?' Selamat bersenang-senang dan nikmati!” tulis Trump pada hari Jumat dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintahan Trump mengatakan publik dapat menarik kesimpulan sendiri dengan informasi dalam berkas-berkas tersebut, yang mencakup kabel-kabel lama Departemen Luar Negeri, dokumen FBI, dan transkrip dari NASA tentang penerbangan berawak ke luar angkasa.
Situs web Pentagon yang baru yang memuat dokumen-dokumen tentang UAP memiliki nuansa retro yang kental, dengan gambar-gambar militer hitam-putih dari objek terbang yang ditampilkan secara mencolok di halaman, dengan pernyataan yang ditampilkan dalam font seperti mesin tik.
Berkas-berkas tersebut mencerminkan kasus-kasus yang dianggap pemerintah belum terselesaikan, artinya karena berbagai alasan, kasus-kasus tersebut tidak dapat dijelaskan dengan pasti. Pentagon menggambarkan berkas-berkas tersebut sebagai berkas baru dan "belum pernah dilihat sebelumnya," meskipun beberapa di antaranya telah dipublikasikan beberapa tahun yang lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ahli menyerukan kehati-hatian terkait perilisan file-file baru tersebut, memperingatkan bahwa video UAP sering disalahartikan dan disalahpahami oleh mereka yang tidak familiar dengan teknologi militer. Sebuah laporan Pentagon tahun 2024 membantah klaim bahwa pemerintah AS telah menemukan teknologi alien atau mengkonfirmasi bukti kehidupan alien.
Rilis awal ini berisi kumpulan video, gambar lain, dan kesaksian yang pasti akan memicu lebih banyak spekulasi di antara mereka yang percaya bahwa kita tidak sendirian di alam semesta.
Sebagai contoh, sebuah kawat diplomatik Departemen Luar Negeri dari Kedutaan Besar AS di Tajikistan pada tahun 1994 merinci bagaimana seorang pilot Tajikistan dan tiga warga Amerika melihat UAP yang bercahaya terang saat menerbangkan jet di atas Kazakhstan. Objek tersebut, menurut kawat diplomatik itu, "melakukan belokan 90 derajat, berputar-putar seperti pembuka botol, dan bermanuver dalam lingkaran dengan kecepatan tinggi."
Itu bukan satu-satunya contoh objek yang bergerak tidak menentu yang disebutkan dalam rilis dokumen tersebut. Sebuah laporan militer dari Laut Aegea pada tahun 2023 menyebutkan sebuah UAP yang terbang tepat di atas permukaan laut dan melakukan "beberapa belokan 90 derajat dengan kecepatan sekitar 80 mph" (129 km/jam).
Sebuah wawancara dengan seorang pejabat intelijen AS merinci sebuah insiden tahun lalu di mana pejabat tersebut, saat melakukan pencarian menggunakan helikopter, menemukan sebuah bola cahaya "sangat panas" yang melayang di atas tanah, bergerak sekitar 20 mil (32 kilometer) dengan kecepatan tinggi, kemudian melihat empat atau lima bola cahaya lainnya yang menyala dan turun secara bergantian.
Dalam sesi pengarahan pasca-misi Apollo 11 pada tahun 1969, astronot Aldrin mengingat beberapa pemandangan yang tidak biasa, seperti sebuah objek "berukuran besar" di dekat bulan dan "sumber cahaya yang cukup terang" yang menurut kru mungkin adalah laser.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!