Tradisi Melayu Tampil Mendunia lewat Dua Karya Indonesia di Venice Biennale
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 09:40 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Mengangkat akar budaya Melayu lewat seni pertunjukan kontemporer sekarang jadi cara yang makin relevan untuk mengenalkan tradisi ke generasi muda.
Budaya Melayu yang kaya dengan musik, tari, sastra, dan nilai-nilai lokal bisa tampil lebih segar ketika dipadukan dengan konsep panggung modern, visual digital, atau aransemen musik kekinian. Hasilnya, budaya tidak terasa kuno, tapi justru lebih dekat dengan penonton masa sekarang.
Pendekatan seperti ini juga menunjukkan kalau pelestarian budaya tidak harus selalu kaku dan terpaku pada bentuk lama.
Seni kontemporer memberi ruang eksplorasi agar identitas Melayu tetap hidup, berkembang, dan bisa diterima di tingkat global.
Di saat budaya populer asing terus mendominasi, pertunjukan berbasis akar lokal justru bisa jadi identitas kuat yang membedakan Indonesia di mata dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendiri dan Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia Restu Imansari Kusumaningrum mengatakan dua karya teater Indonesia yang tampil di 54th International Theatre Festival of La Biennale di Venezia 2026 mengangkat akar budaya Melayu melalui seni pertunjukan kontemporer.
“Kami ingin mengangkat kebudayaan tua dari Melayu sebagai akar budaya Indonesia,” kata Restu dalam jumpa pers “Dua Panggung Indonesia di Venice Biennale Teatro 2026” di Residence of the Ambassador of Italy, di Jakarta Selatan, Kamis (7/5).
Menurut dia, produksi “Under the Volcano” dan “Hikayat Perahu/The Tale of Boat” sengaja melibatkan aktor dan seniman dari Aceh serta Sumatera Barat untuk menghadirkan kekayaan tradisi Melayu dalam bentuk teater modern.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Produksi ini memang tidak mudah karena kami sengaja membawa para aktor dari Sumatera Barat dan pemusik dari Aceh,” ujarnya.
Restu mengatakan seni silat, tari, musik, dan teater menjadi unsur utama yang ditampilkan dalam kedua karya tersebut di panggung internasional.
Ia menyebut Direktur Festival Teater Internasional 2026 Willem Dafoe melihat Indonesia memiliki kekuatan artistik yang berbeda dibanding negara lain yang tampil di festival tersebut.
“Indonesia mempunyai sesuatu yang berbeda dalam seni tari, musik, teater, dan bela diri silat,” kata Restu mengutip pandangan Willem Dafoe.
Festival Teater Internasional La Biennale di Venezia 2026 mengusung tema “Alter-Native”, yang memadukan makna perubahan dan asal-usul budaya. Festival itu menghadirkan sekitar 200 seniman dunia dalam 55 agenda pertunjukan.
“Under the Volcano” disutradarai Yusril Katil dan terinspirasi dari syair “Lampung Karam” karya Muhammad Saleh tentang letusan Gunung Krakatau pada 1883.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!