Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perangi Pencabulan, Neng Eem: Pesantren Harus Jadi Benteng Moral Bangsa

📅 Jumat, 08 Mei 2026, 19:10 WIB | Oleh:
Perangi Pencabulan, Neng Eem: Pesantren Harus Jadi Benteng Moral Bangsa Doc: istimewa
Ket. Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz.

JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Majelis Permusyawaratan  Rakyat (MPR) RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menyampaikan apresiasi penuh atas respon cepat dan tegas Kementerian Agama (Kemenag) dalam menangani kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpa para santri di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Penanganan yang sigap ini sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam melindungi hak-hak generasi penerus bangsa. 

“Saya mengapresiasi langkah cepat dan tegas dari Kemenag dalam merespon kasus ini. Perlindungan terhadap santri harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran di lingkungan pendidikan,” tegas Neng Eem, di Jakarta, Jumat (8/5).

Seperti diketahui Kemenag telah mengambil dua langkah konkret yang dinilai tepat sasaran. Pertama, memindahkan 252 santri ke enam lembaga pendidikan terdekat di Kabupaten Pati, antara lain MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip, MA Assalafiyah Lahar, dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil, Kabupaten Pati. Kedua, mencabut izin operasional lembaga pendidikan Ndolo Kusumo.

Selain santri, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan juga dipindahkan ke madrasah atau sekolah binaan Kemenag dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar tanpa hambatan.

Selanjutnya, sebagai Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Kebijakan Publik PP Fatayat NU, Neng Eem menegaskan tiga hal yang harus segera ditindaklanjuti seluruh pihak. Pertama,  penguatan sistem pengawasan terhadap seluruh lembaga pendidikan berbasis keagamaan, termasuk pondok pesantren, untuk mencegah terulangnya kasus serupa. Kedua, proses hukum yang transparan dan berkeadilan, disertai pendampingan psikologis serta perlindungan penuh bagi setiap korban. Ketiga, perlunya sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan pengelola pesantren untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan bebas kekerasan.

Neng Eem secara tegas menyatakan oknum pelaku bukan representasi  pesantren. 
“Pondok Pesantren adalah aset besar bangsa yang lahir jauh sebelum kemerdekaan dan harus tetap menjadi benteng moral sekaligus pilar pendidikan karakter. Oknum cabul sejatinya bukan produk pesantren,” tegasnya.

Kedepan, Neng Eem yang juga Anggota Komisi IX DPR RI berharap seluruh elemen pendidikan keagamaan seperti pesantren, mampu meningkatkan kewaspadaan dan saling mengingatkan terhadap gejala-gejala kekerasan seksual sedini mungkin sehingga tragedi serupa tidak pernah terulang di bumi pertiwi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Pembayaran Parkir Gunakan QRIS Ciptakan Transparansi

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pembayaran Parkir Gunakan Q...
Megapolitan
BUMD IPO, Saham Pemprov Tet...
Megapolitan
Ekosistem Literasi Literaia...
Nasional
CEO Microsoft Usulkan Rem D...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.