Palmex 2026 Dorong Inovasi dan Digitalisasi Industri Nasional
📅 Rabu, 06 Mei 2026, 17:57 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Pameran teknologi kelapa sawit internasional Palmex Jakarta 2026 kembali digelar pada 6–7 Mei 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran. Memasuki penyelenggaraan ke-16, ajang ini hadir sebagai wadah strategis bagi pelaku industri sawit global untuk mempercepat adopsi inovasi dan transformasi digital di tengah tantangan industri yang semakin kompleks.
Mengusung tema “Mendorong Industri Kelapa Sawit Global Melalui Inovasi dan Transformasi Digital,” Palmex Jakarta 2026 mempertemukan pelaku industri, pemangku kepentingan, investor, hingga penyedia teknologi dari berbagai negara guna membahas arah masa depan industri sawit yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Industri kelapa sawit sendiri masih menjadi salah satu sektor strategis bagi perekonomian nasional Indonesia. Selain berkontribusi besar terhadap devisa negara, sektor ini juga berperan sebagai penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, sekaligus penopang program ketahanan energi nasional melalui pengembangan biodiesel.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian saat ini mendorong penguatan sektor hilir agar nilai tambah industri sawit dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri. Pengembangan produk turunan sawit seperti pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing nasional.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian melalui portal satudata.pertanian.go.id, sembilan provinsi sentra kelapa sawit memberikan kontribusi kumulatif sebesar 86,80 persen terhadap total produksi minyak sawit nasional sepanjang periode 2020–2024. Sementara itu, produksi minyak sawit Indonesia pada 2024 tercatat mencapai 47,47 juta ton, meningkat 0,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong, mengatakan transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam industri sawit global. Pameran itu katana hadir sebagai ruang yang tepat untuk mempercepat adopsi teknologi.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa digitalisasi telah mengubah wajah industri kelapa sawit. Palmex Jakarta 2026 hadir sebagai ruang yang tepat untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut dan mendorong persaingan industri Indonesia di kancah global,” ujar Kenny saat konferensi pers usai pembukaan pameran tersebut pada hari Rabu (6/5).
Menurut dia, Palmex menjadi platform yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan di rantai nilai kelapa sawit, mulai dari sektor perkebunan, pengolahan, refinery, hingga industri hilir. Melalui ajang ini, para pelaku usaha dapat menemukan solusi praktis yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi proses, serta mendukung praktik produksi berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahun ini, Palmex Jakarta menghadirkan lebih dari 300 merek teknologi dan solusi industri dari Asia dan Eropa. Pameran tersebut juga diperkirakan akan dihadiri sekitar 7.000 profesional industri dari berbagai negara.
Berbagai teknologi terbaru ditampilkan, mulai dari sistem pengolahan modern, mesin milling, otomasi industri, digitalisasi operasional, hingga solusi manajemen lingkungan. Fokus utama pameran adalah memperkenalkan inovasi yang dapat membantu pelaku industri sawit menghadapi tekanan global, termasuk isu keberlanjutan, efisiensi biaya, dan tuntutan transparansi rantai pasok.
Selain area pameran, Palmex Jakarta 2026 juga menghadirkan sejumlah seminar internasional yang membahas isu-isu strategis industri sawit global.
Beberapa topik yang menjadi sorotan antara lain kerja sama internasional untuk sektor sawit berkelanjutan, pembangunan industri sawit yang tangguh melalui teknologi dan digitalisasi, penguatan kepercayaan global melalui sertifikasi dan keterlacakan, hingga prospek industri sawit Thailand di tengah keterbatasan lahan dan tekanan biaya produksi. Diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru sekaligus memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan industri sawit ke depan.
Palmex Jakarta 2026 terbuka gratis bagi pengunjung bisnis berusia 18 tahun ke atas. Penyelenggara menganjurkan pengunjung untuk melakukan pra-registrasi secara daring guna menghindari antrean saat memasuki area pameran.
Melalui ajang ini, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam industri kelapa sawit global sekaligus mendorong percepatan transformasi menuju ekosistem sawit yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!