Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kacamata Progresif Bikin Pusing? Ini Penyebab, Fakta, dan Cara Memilih yang Nyaman

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 23:56 WIB | Oleh:
  Kacamata Progresif Bikin Pusing? Ini Penyebab, Fakta, dan Cara Memilih yang Nyaman Doc: Kate Mangostar/Freepik
Ket. Ilustrasi pengguna kacamata mengalami pusing. Kacamata progresif sering dianggap bikin pusing. Simak penyebabnya, fakta medis, serta tips memilih lensa progresif yang nyaman sesuai kebutuhan dan gaya hidup.

JAKARTA — Memasuki usia 40 tahun ke atas, banyak orang mulai menyadari perubahan pada kemampuan penglihatan, terutama saat membaca teks jarak dekat. Kondisi ini dikenal sebagai presbiopia, yaitu penurunan elastisitas lensa mata yang membuat mata kesulitan berfokus pada objek dekat. Dalam situasi ini, kacamata progresif menjadi salah satu solusi yang semakin populer karena mampu mengakomodasi kebutuhan penglihatan jarak jauh, menengah, hingga dekat dalam satu lensa.

Meski menawarkan kepraktisan, penggunaan kacamata progresif tidak selalu berjalan mulus. Sejumlah pengguna mengaku mengalami keluhan seperti pusing, mata lelah, hingga kesulitan beradaptasi di awal pemakaian. Tidak sedikit pula yang akhirnya memilih kembali menggunakan dua kacamata terpisah untuk membaca dan melihat jauh karena merasa tidak nyaman.

Adaptasi yang Tidak Selalu Mudah

Pengalaman tidak nyaman saat pertama kali menggunakan kacamata progresif sebenarnya bukan hal yang jarang terjadi. Hal ini berkaitan dengan cara kerja lensa progresif yang memiliki beberapa zona penglihatan dalam satu permukaan lensa tanpa garis pemisah. Perubahan fokus yang bertahap dari jarak jauh ke dekat menuntut mata dan otak untuk beradaptasi.

Namun, para ahli menilai bahwa keluhan seperti pusing atau rasa “tidak seimbang” sering kali bukan disebabkan oleh konsep lensa progresif itu sendiri, melainkan oleh kualitas desain lensa dan ketepatan pengukurannya. Lensa dengan desain kurang presisi biasanya memiliki area pandang yang lebih sempit dan distorsi di bagian tepi, sehingga pengguna harus menyesuaikan posisi kepala secara berlebihan untuk mendapatkan fokus yang jelas.

Sebaliknya, lensa progresif dengan teknologi yang lebih canggih dirancang untuk meminimalkan distorsi dan memperluas area pandang. Transisi antar zona penglihatan menjadi lebih halus, sehingga mata dapat bergerak lebih natural tanpa perlu banyak penyesuaian.

Desain Lensa Jadi Penentu Utama

Tidak semua lensa progresif dibuat dengan teknologi yang sama. Dalam praktiknya, terdapat berbagai tingkat desain, mulai dari standar hingga yang telah dipersonalisasi berdasarkan parameter wajah dan kebiasaan visual pengguna.

Lensa progresif modern umumnya mempertimbangkan berbagai faktor seperti jarak pupil, posisi bingkai, sudut pandang, hingga kebiasaan aktivitas harian. Dengan pendekatan ini, lensa dapat dirancang lebih spesifik sehingga memberikan kenyamanan optimal. Sebaliknya, penggunaan lensa generik tanpa pengukuran yang detail berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Area baca bisa terasa sempit, fokus menjadi tidak stabil, dan pengguna lebih cepat mengalami kelelahan mata.

Gaya Hidup Ikut Menentukan

Kebutuhan visual setiap orang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup. Seseorang yang bekerja di depan komputer selama berjam-jam, misalnya, membutuhkan area penglihatan jarak dekat dan menengah yang lebih luas. Tanpa desain yang sesuai, pengguna akan lebih sering menggerakkan kepala atau tubuh untuk menemukan titik fokus yang tepat.

Sementara itu, individu yang lebih aktif di luar ruangan mungkin membutuhkan distribusi area pandang yang lebih seimbang antara jarak jauh dan menengah. Hal ini penting untuk mendukung mobilitas dan keamanan, terutama saat berkendara atau beraktivitas di ruang terbuka. Karena itu, pemilihan lensa progresif seharusnya tidak hanya didasarkan pada harga, tetapi juga pada kebutuhan visual spesifik dan intensitas aktivitas sehari-hari.

Mengapa Harganya Lebih Mahal?

Dibandingkan dengan lensa single vision, harga kacamata progresif memang relatif lebih tinggi. Hal ini disebabkan oleh kompleksitas desain dan teknologi yang digunakan. Jika lensa biasa hanya memiliki satu titik fokus, lensa progresif menggabungkan beberapa fungsi dalam satu permukaan yang dirancang secara presisi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.