Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kendaraan Listrik Disubsidi, Peta Industri Otomotif Bakal Berubah

📅 Selasa, 05 Mei 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kendaraan Listrik Disubsidi, Peta Industri Otomotif Bakal Berubah Doc: ANTARA/ Imamatul Silfia.
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

JAKARTA – Insentif kendaraan listrik merupakan instrumen kebijakan untuk mempercepat transisi energi sekaligus membangun basis industri baru.

Secara ekonomi, pemberian subsidi, potongan pajak, atau relaksasi bea masuk menurunkan harga relatif kendaraan listrik, sehingga mendorong adopsi di tahap awal ketika biaya produksi masih tinggi.

Dampak lanjutannya tidak hanya pada peningkatan permintaan, tetapi juga pada terciptanya skala ekonomi bagi produsen, yang pada akhirnya dapat menekan harga tanpa bergantung penuh pada insentif.

Di sisi industri, kebijakan ini berfungsi sebagai katalis investasi, terutama pada rantai pasok baterai, manufaktur, hingga infrastruktur pengisian daya.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada desain yang tepat sasaran—misalnya berbasis tingkat kandungan lokal atau performa emisi—agar tidak sekadar menjadi beban fiskal.

Secara analitis, insentif kendaraan listrik adalah trade-off antara biaya jangka pendek bagi anggaran negara dan potensi manfaat jangka panjang berupa penguatan industri, pengurangan impor BBM, serta perbaikan kualitas lingkungan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan mempersiapkan insentif kendaraan listrik (EV), dengan rincian masing-masing 100 ribu unit mobil dan motor listrik tahun ini.

“100 ribu pertama, kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Nanti skemanya Pak Menteri Perindustrian (Agus Gumiwang Kartasasmita) akan menjelaskan seperti apa, Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) juga akan memberikan seperti apa (skemanya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” kata Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (5/5).

Terkait besaran subsidi, ia memperkirakan akan berada di angka Rp5 juta untuk motor listrik. Namun, angka pasti dari stimulus kendaraan listrik (EV) ini akan diumumkan lebih detil dengan pihak-pihak terkait lainnya.

Purbaya mengaku tertarik dengan peluang insentif EV menyusul pertemuannya dengan Menperin Agus Gumiwang, pagi ini.

Hal ini, lanjutnya, relevan dengan upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi beban subsidi energi pemerintah di tengah kenaikan harga minyak global.

“Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel BBM. Jadi ke depan seharusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi kita,” ujar dia.

Ia pun sepakat dengan Menperin yang menyatakan pemerintah kini melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi nasional, terutama untuk menjaga daya tahan industri manufaktur dan melindungi tenaga kerja.

“Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ke tiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, dan lain-lain,” kata Purbaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.