IHSG Hari Ini Menguat Tajam! Dua Kekuatan Ini Jadi Motor Utama Penggerak Pasar
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat mencerminkan dominasi sentimen domestik yang positif, terutama dari saham-saham perbankan dan kelompok konglomerasi yang memiliki kapitalisasi besar.
Sektor perbankan menjadi penopang utama karena didukung ekspektasi kinerja yang solid—mulai dari pertumbuhan kredit yang tetap ekspansif, margin bunga bersih (NIM) yang terjaga, hingga kualitas aset yang relatif stabil.
Kondisi ini membuat saham bank besar tetap menarik bagi investor, khususnya di tengah volatilitas eksternal.
Di sisi lain, saham konglomerasi turut mengangkat indeks karena karakter bisnisnya yang terdiversifikasi lintas sektor, sehingga dinilai lebih resilien terhadap gejolak global.
Pergerakan saham-saham ini juga kerap mencerminkan optimisme terhadap konsumsi domestik dan investasi jangka panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara analitis, penguatan IHSG dalam konteks ini menunjukkan adanya rotasi dana ke saham-saham defensif dan berfundamental kuat, sekaligus menegaskan bahwa pasar masih memiliki kepercayaan terhadap prospek ekonomi dalam negeri meski tekanan global belum sepenuhnya mereda.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (5/5) sore, ditutup menguat 85,16 poin atau 1,22 persen ke posisi 7.057,11 ditopang oleh penguatan saham-saham sektor perbankan dan konglomerasi.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 7,02 poin atau 1,04 persen ke posisi 681,58.
Sebaiknya Anda baca juga:
“IHSG berbalik menguat yang antara lain didorong oleh kenaikan pada saham-saham konglomerasi dan perbankan," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, saham-saham sektor keuangan utamanya perbankan mengalami penguatan, yang juga diikuti oleh penguatan saham-saham konglomerasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2026, ditopang meningkatnya daya beli masyarakat pada momentum Ramadhan dan Idul Fitri, serta penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR).
Sementara itu, Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026. Sebelumnya, BPS melaporkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia sebesar 2,42 persen (yoy) pada April 2026.
Dari mancanegara, harga minyak mentah global mengalami kenaikan setelah ketegangan meningkat antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran terkait Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, untuk membantu membuka kembali lalu lintas pengiriman yang terhenti melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, media pemerintah Iran mengatakan rudal telah ditembakkan ke kapal perusak AS yang mendekati selat, dengan dua di antaranya mengenai kapal angkatan laut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!