Evakuasi Warga Agam yang Didatangi Harimau Saat di Sawah
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 22:27 WIB | Oleh: Tim PenulisLubuk Basung - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mengevakuasi 10 warga Matua Katiak, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kabupaten Agam, yang berlindung di dalam pondok selama tiga jam saat Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumaterae) mendatangi mereka yang sedang bekerja di sawah pada Selasa.
"Kami berlindung di dalam pondok dari pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB, saat Harimau Sumatra mendekati kami," kata salah seorang warga, Matua Hilia Suardi di Lubuk Basung, Selasa.
Ia mengatakan satwa dilindungi itu pertama kali muncul di jalan yang menghubungkan sawah warga menuju pemukiman.
Melihat harimau itu, salah seorang warga mencoba mengambil ternak berupa kerbau tidak jauh dari lokasi pondok tersebut. Setelah itu kerbau langsung menuju ke depan pondok dengan jarak sekitar 100 meter dari jalan.
"Kami berlindung di pondok sampai petugas BKSDA Sumbar sampai lokasi, karena sudah ada warga yang melaporkan ke pemukiman terkait kondisi itu," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra menambahkan petugas BKSDA Sumbar melalui Resor Konservasi Wilayah II Maninjau bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Salareh Aia, anggota Koramil Matua, Polsek Matua, dan masyarakat, turun ke lokasi.
"Sesampai di lokasi, satwa dilindungi masih berada di lokasi dan kami mencoba untuk mengusir agar warga bisa dievakuasi ke tempat yang aman," katanya.
Ia menyebutkan BKSDA Sumbar mendapatkan laporan kejadian itu dari pemerintah nagari sekitar pukul 15.00 WIB, saat melakukan penanganan konflik di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur atau nagari tetangga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung menunjuk lokasi tersebut untuk mengevakuasi warga setempat.
"Kami sedang melakukan penanganan konflik di nagari tetangga semenjak Sabtu (2/5) dan saat kejadian di Matua Katiak, kami dalam kondisi tidak ada jaringan," katanya.
Ia mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun dengan cara tidak sendirian ke kebun, melakukan aktivitas di kebun dari pukul 09.00-16.00 WIB, mengandangkan ternak, dan lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!